Mecidana Production Siap Rilis Film La Hila, Ari Ipan: Kami Dedikasikan untuk Dana Mbojo



Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Mecidana Production malam ini, Minggu 7 Des 2019, akan merilis sekaligus pemutaran perdana sebuah film yang diangkat dari cerita rakyat Donggo, La Hila, di Gedung Paruga Toi Kantor Camat Donggo. "Bismillah, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, mari sama-sama kita saksikan dan jadi bagian dari sejarah baru dengan gaya baru untuk Bima," ujar Pembina Mecidana Production Ari Ipan kepada Garda Asakota, Minggu pagi.

Ia menyebut Film La Hila ini sebagai upaya yang saya istilahkannya sebagai "Ekspansi Budaya", publikasi khasanah Lokal daerah Bima ke kancah lebih luas secara Nasional dan Internasional lewat film (Audio-Visual/dan pemanfaatan perkembangan teknologi dan arus informasi).

Mecidana Production mulai menggarap Film Indie La Hila ini sejak tahun 2018 lalu. Menurut dia, membuat Film La Hila ini mimpi sejak dulu. Mimpi ini sejurus dan diamini dengan adanya program Pelestarian Budaya dari Bidang Kebudayaan Bappeda Pemerintah Kabupaten Bima yang digawangi oleh Kabid Sosbud Sufaidin, S.Sos disusul Raani Wahyuni, ST, MT, MSc dan Rahmawati, ST, sebagai Eksekutif Produser.

 "Juga adanya dukungan dari Tokoh Masyarakat Donggo H. Mustahid H. Kako beserta Paguyuban. Terimakasih kepada seluruh masyarakat Donggo," imbuhnya.

La Hila merupakan cerita rakyat yang cukup terkenal. Memiliki pesan moral dengan berbesar hati mengalah daripada harus terjadi pertumpahan darah. “Ceritanya kan La Hila ini jadi rebutan pangeran. Dari pada pecah peperangan, lebih baik La Hila mengalah,” katanya.

Pada Film La Hila juga sambungnya, menggambarkan khasanah Bima zaman dulu. Sehingga terbesit harapan, kekayaan khasanah ini tidak tergerus zaman.

“Jenis Film cerita rakyat seperti ini sedang digandrungi oleh pasar Internasional,” tambah pria yang memang getol membuat film indie. Sejumlah karya mereka yang cukup diminati yakni Film Dinding Hutang, Para Kesatria Bima, Bantu Angi, Jangan Ngeyel, Takangka, Nuntu Talu, Mpama Mpengo dan Modus.

Dia berharap Film La Hila dapat dijadikan sebagai bagian dari literasi, mengisi muatan lokal daerah dan nasional yang mungkin belum tercover. Terbesit harapan dari gambaran umum dari film ini, mampu menghadirkan kembali jiwa kebanggan kita sebagai Dou Mbojo sekaligus terpatrinya kembali Jati Diri kita umumnya bagi Bima khususnya bagi Donggo.

"Juga harapan kedepan dimana dengan hadirnya Film La Hila ini dapat dijadikan sebagai pemicu dan dapat memberi kontribisi lahirnya ide-ide cemerlang baru demi majunya daerah serta digalinya kembali nilai-nilai luhur Dana Mbojo yang patut terus dipublikasikan agar dunia tahu," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Ari Ipan secara khusus mengkhaturkan terimakasih kehadirat Allah SWT, Pemerintah Kabupaten BIMA, Tokoh-Tokoh masyarakat Donggo dan seluruh elemen masyarakat Bima Kab/Kota. "Film ini kami dedikasikan untuk Dana Mbojo," pungkasnya. (GA. Jack*)


Post a Comment

Previous Post Next Post