Header Ads

Sebelas Anggota DPRD NTB Dapil VI Dorong RSUD Sondosia Jadi RSUD Rujukan

Anggota DPRD Provinsi NTB Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima, Syrajuddin, SH.,

Mataram, Garda Asakota.-

Beberapa tahun terakhir ini, Masyarakat Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu, sangat mendambakan hadirnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi yang representatif yang berada disalah satu Kabupaten ditiga daerah tersebut sebagai tempat rujukan dalam mendapatkan aspek pelayanan kesehatan dan pengobatan lebih lanjut.

Paling tidak dengan hadirnya RSUD yang representatif dan memiliki sarana dan prasarana yang layak sebagai RSUD Rujukan, masyarakat di tiga daerah ini tidak lagi mengeluarkan cost atau biaya yang cukup tinggi untuk mendapatkan perawatan atau pelayanan kesehatan. Begitupun ketika RSUD Rujukan ini ada di salah satu Kabupaten ditiga daerah tersebut, maka mereka bisa mendapatkan aspek pelayanan dan perawatan kesehatan yang cepat dibandingkan sebelumnya.

Salah seorang Anggota DPRD Provinsi NTB Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima, Syrajuddin, SH., kepada wartawan menegaskan dirinya bersama dengan para wakil rakyat DPRD NTB yang berasal dari Dapil yang sama saat sekarang ini tengah berupaya mendorong dan berjuang agar RSUD Sondosia Kabupaten Bima dapat ditingkatkan statusnya sebagai RSUD Rujukan bagi masyarakat yang ada di tiga daerah tersebut untuk medapatkan pelayanan dan perawatan kesehatan lebih lanjut sehingga masyarakat di tiga daerah tersebut tidak lagi harus bersusah payah membawa rujukan ke RSUD Provinsi NTB yang berada di Kota Mataram yang nota bene jauh dari tempat tinggal mereka dan tidak lagi mengeluarkan cost atau biaya yang cukup besar.

“Saat reses yang dilakukan beberapa waktu lalu, kami (Sebelas orang Wakil Rakyat DPRD NTB dari Dapil VI, red.) telah melakukan pertemuan dan pembahasan dengan Bupati Bima dan Sekda Kabupaten Bima serta Pimpinan DPRD Kabupaten Bima, agar dapat melakukan perencanaan penyiapan DED anggaran peningkatan status dan layanan RSUD Sondosia menjadi RSUD Rujukan dari APBD II Kabupaten Bima bersama dengan APBD I Provinsi NTB,” kata pria yang juga Ketua Komisi I DPRD NTB ini kepada wartawan, Rabu 14 Oktober 2020.

Dikatakannya, sebelas orang Duta Rakyat Dapil VI di DPRD NTB, telah sama-sama bersepakat untuk berjuang mendapatkan alokasi anggaran dari APBD I terkait dengan rencana ini dengan estimasi anggaran sebesar Rp100 Milyar dengan menggunakan sistem multi years yang nantinya akan dipergunakan untuk peningkatan status layanan RSUD Sondosia menjadi RSUD Rujukan.

“Anggaran itu akan diarahkan penggunaannya untuk peningkatan infrastruktur, peningkatan dan penyediaan alat-alat kesehatan serta peningkatan profesionalitas tenaga medisnya. Dan terkait dengan hal ini, kami juga beberapa hari lalu telah melakukan konsultasi dengan bapak Gubernur NTB agar pihak Pemprov NTB dapat mengalokasikan anggaran terkait dengan hal ini pada tahun anggaran 2021,” tegas pria yang merupakan Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, M Aminurlah, SE., menyambut gembira rencana sebelas anggota DPRD Provinsi NTB dari Dapil VI ini yang ingin memperjuangkan anggaran untuk peningkatan status dan layanan RSUD Sondosia menjadi RSUD Rujukan.

“Kami sangat gembira mengetahui adanya rencana dan komitmen sebelas anggota DPRD NTB untuk memperjuangkan anggaran peningkatan status layanan dan fasilitas di RSUD Sondosia menjadi RSUD Rujukan,” kata pria yang juga Ketua PAN Kabupaten Bima ini, Kamis 15 Oktober 2020.

Apalagi menurutnya, selama beberapa tahun, Kabupaten Bima selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan keuangan dari APBD I. “Padahal sebagaimana amanat Mendagri, Pemda Kabupaten dan Kota itu berhak mendapatkan bantuan keuangan baik yang berbentuk umum maupun yang berbentuk khusus dari APBD I,” pungkasnya. (GA. Im*).

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.