Hari ini di Pulau Sumbawa Nol Positif Covid19, Lombok Bertambah 42 Kasus

Data Gugus Tugas Penanganan Covid19 di Provinsi NTB update Sabtu 30 Mei 2020.

Mataram, Garda Asakota.-

Gugus Tugas Penanganan Covid19 Provinsi NTB kembali merilis data perkembangan kasus Covid19 di Provinsi NTB.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan Covid19 Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi, mengatakan bahwa pada hari ini, Sabtu, 30 Mei 2020, telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RS Unram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir sebanyak 375 sampel dengan hasil 326 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 42 sampel kasus baru positif Covid-19.

"Penambahan 42 kasus positif baru ini terdiri dari Kota Mataram ada sekitar 16 kasus, Lombok Barat sekitar 9 kasus, Lombok tengah ada 14 kasus, Lombok Timur ada 2 kasus dan satu kasus adalah orang dari luar NTB," beber pria yang juga menjabat sebagai Sekda NTB ini, Sabtu 30 Mei 2020.

Sementara untuk Kabupaten dan Kota yang ada di Pulau Sumbawa, berdasarkan update Sabtu 30 Mei 2020, tercatat nol covid19.

Mirisnya dari 42 kasus baru tersebut, terdapat satu orang bayi berusia 6 hari yakni Pasien nomor 617, an. By. B, perempuan, usia 6 hari, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. 

"Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik," ujar Sekda.

Selain kasus positif, Sekda juga menyampaikan adanya pasien Covid19 yang dinyatakan sembuh. 

"Hari ini terdapat penambahan 12 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan 
laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif," kata Sekda.

Penambahan 12 kasus sembuh ini berasal dari Kota Mataram 6 kasus, Lombok Barat 3 kasus, Loteng 1 kasus dan KLU 2 kasus sembuh.

"Dengan adanya tambahan 42 kasus baru terkonfirmasi positif, 12 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (30/5/2020) sebanyak 636 orang, dengan perincian 291 orang sudah sembuh, 11 meninggal dunia, serta 334 orang masih positif dan dalam keadaan baik," ungkapnya.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, dikatakannya, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, lanjutnya, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.223 orang dengan perincian 558 orang (46%) PDP masih dalam pengawasan, 665 orang (54%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. 

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.586 orang, terdiri dari 238 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.348 orang (96%) selesai pemantauan. 

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 6.028 orang, terdiri dari 2.201 orang (37%) masih dalam pemantauan dan 3.827 orang (63%) selesai pemantauan. 

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 60.412 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 4.096 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 56.316 orang (93%).

Memperhatikan dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi dalam beberapa waktu ini, menurutnya, dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang semakin meningkat, kembali pihaknya mengingatkan seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Jika ada salah satu warga kita yang terpapar Covid-19 maka tidak ada yang boleh bersikap paranoid serta mengucilkan mereka. 

"Penting untuk kita pahami bersama, bahwa dengan disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19 serta mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah maka sangat kecil kemungkinannya terpapar wabah ini. Selain itu, terhadap tiga kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap Covid-19 ini, khususnya kelompok usia bayi dan balita, diharapkan kepada orang tua untuk lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian," tutupnya. (GA. Im*)

Post a Comment

Previous Post Next Post