Akhirnya Insentif Petugas Masjid dan Guru Ngaji di Kota Bima Bisa Dicairkan



Kota Bima, Garda Asakota.-

Pemerintah Kota Bima akhirnya mulai membayar insentif para Imam, Marbot, Bilal dan Guru Ngaji se Kota Bima. Pembayaran insentif yang dinanti saat H-1 Idul Fitri itu bisa dicairkan sekaligus diserahkan hari ini, Kamis (28/5).

Salah satu Kelurahan yang memastikan pencairan tersebut adalah Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota. "Alhamdulillah akhirnya insentif Imam, Marbot, Bilal dan Guru Ngaji Kelurahan Jatiwangi yang tersebar di 14 Masjid dan 7 Mushola hari ini bisa kita serahkan setelah sebelumnya tepatnya pada H-1 Idul Fitri insentif tersebut mestinya dapat di cairkan namun karena masih terkendala administrasi urung bisa dicairkan," terang Lurah Jatiwangi, Jumardin, S. Sos, pada Garda Asakota, Kamis pagi (28/5).

Pihaknya tidak mempersoalkan atas keterlambatan pembayaran ini mengingat kondisi daerah yang tengah menghadapi ancaman Covid19. "Tidak apalah yang penting sesuatu yang dinanti dan diharap akhirnya dapat di terima juga. Saya berharap kepada seluruh Imam, Marbot, Bilal dan Guru Ngaji agar dapat memaklumi kondisi yang terjadi, bukan karena sebuah kesengajaan," imbuhnya.

Diakuinya, data nama-nama Imam, Bilal dan Marbot, Masjid dan Mushola, serta Guru Ngaji yang akan menerima insentif hari ini kelurahan masih merujuk pada data lama Bagian Kesrasos Setda Kota Bima tahun 2019 di mana jumlah Imam, Marbot dan Bilal se Kelurahan Jatiwangi sebanyak 59 orang sementara data dari kelurahan baru bisa dilaksanakan tahun ini.

"Dan untuk besaran insentifnya sendiri berbeda yang mana Imam Masjid akan menerima sebesar Rp1,2 juta sedangkan Imam Mushola Rp1 juta sama dengan insentif Marbot dan Bilal.

Selanjutnya untuk TPQ dan Guru Ngaji sejumlah 20 TPQ dan 46 orang Guru Ngaji dengan jumlah santri sebanyak 695 orang dihitung besarannya per santrinya sesuai dengan komitmen politik Walikota dan Wakil Walikota Bima dikalikan Rp40 ribu per santri," pungkasnya. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post