Idap Penyakit Gatal Kronis, Pihak Dinsos Bergerak Cepat Datangi Rumah Haerunnisa

Kadis Sosial Kota Bima

Kota Bima, Garda Asakota.-

Haerunnisa, salah satu warga lingkungan Kedo Rt 18 Rw 07 Kelurahan Ule Kecamatan Asakota Kota Bima mengalami penyakit gatal kronis. Saat ini ia sangat membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari pemerintah.

Pasalnya hingga hari ini, Haerunnisa yang hidup serba tidak berkecukupan ini, sama sekali tidak memiliki kartu BPJS sebagai rujukan untuk berobat gratis di RS. Padahal perkembangan kondisi penyakit yang dialaminya saat ini semakin menyebar di sekujur anggota badannya.


Kepala Dinas Sosial Kota Bima, Drs. H. Muhidin AS Dahlan, MM, yang dikonfirmasi Garda Asakota Selasa (04/02), mengaku sudah mengetahui informasi kondisi Haerunnisa. Bahkan pihaknya sudah mendatangi rumah keluarga Haerunnisa untuk dibuatkan kartu BPJS-nya.

"Setelah mendapat informasi terkait dengan warga yang belum mendapatkan kartu BPJS itu, saya langsung perintahkan staf saya untuk mendatangi rumah keluarga korban. Kita minta Kartu Keluarganya (KK), supaya dibuatkan kartunya," ujarnya seraya menyebutkan bahwa untuk mempercepat proses pengurusan kartu BPJS ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan supaya dapat segera mengurus surat-surat kelengkapannya.

Yang pasti, katanya, dinas akan tetap bergerak dengan cepat apabila ada keluhan warga yang belum memiliki kartu BPJS. Terutama sekali bagi warga yang mengidap penyakit seperti Haerunnisa saat ini.

"Apalagi kondisi keluarganya benar-benar membutuhkan uluran tangan pemerintah. Karena dia dapat dikatakan sebagai warga yang dikatagorikan tidak berada dan anak itu pantas mendapatkannnya," ujarnya

Mengenai warga yang belum mendapatkan kartu BPJS, lanjut Muhidin, sebenarnya pemerintah daerah telah menyediakan kuato secukupnya untuk warga Kota Bima. Terutama sekali bagi warga yang berhak mendapatkannya.

"Terbukti, masih banyak yang tak mengurus untuk kebutuhan seperti kartu BPJS yang dibicarakan saat ini. Harusnya warga setempat yang belum mendapatkan kartu tersebut dapat melaporkan pada pihak Kelurahan.

Jujur saja terkadang warga ini, setelah sakit baru mengurus kartu BPJS. Kan tidak mungkin kami sebagai petugas yang tahu semua warga yang ada di Kota Bima ini.  Contoh saja saat ini seperti keluarga Haerunnisa di saat penyakitnya sudah serius seperti ini baru diurus. "Kan kasihan anak itu." ujarnya.  (GA. 355*)

Post a Comment

Previous Post Next Post