Dewan Sentil Pemkot yang Dinilai Tak Mampu Hadirkan Cold Storage untuk Nelayan Kolo

Ilustrasi

Kota Bima, Garda Asakota.-

Komisi 2 DPRD Kota Bima mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menindaklanjuti keluhan warga masyarakat Nelayan Kelurahan Kolo Asakota untuk membangun Cold Storage atau tempat pendingin ikan di wilayah setempat mengingat hasil tangkapan nelayan di sana yang begitu melimpah.

 Cold Storage adalah salah satu alat penunjang yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil tangkapan nelayan guna menjaga kualitas hasil tangkapan.

Dorongan tersebut di sampaikan oleh Anggota Komisi 2 DPRD Kota Bima pada saat Monev Selasa pagi kemarin (28/1) di kantor DKP Kota Bima menyusul desakan dan keluhan dari warga Nelayan Kelurahan Kolo. "Keluhan warga nelayan Kolo sudah disampaikan pada saat turun Monev kemarin dan dinas terkait akan memperjuangkan hal tersebut.

Intinya Cold Storage tersebut harus di bangun. Kasihan para nelayan, masa harga ikannya begitu terus, lalu bagaimana kita mau meningkatkan perekonomian rakyat kalau caranya seperti ini?. Lamban dan terkesan tidak serius menyikapinya," ungkap salah seorang anggota Komisi 2 DPRD Kobi yang juga Legsilator Dapil 3 Asakota Kelurahan Kolo, Gina Andriani,  kepada wartawan Rabu (29/1).

Di Sape saja diakuinya ada 6 Cold Storage hasil pengadaan pemerintah, sementara di Kota Bima hanya 1 unit saja. "Masa untuk penambahan 1 Cold Storage di Kolo tidak mampu dibangun sih?," sentilnya.

Gina berharap agar pihak Dinas dapat menyampaikan keluhan Nelayan ini ke Kepala Daerah untuk ditindak-lanjuti. "Tolonglah hal ini disampaikan kepada Kepala Daerah. Mudah-mudahan bisa terakomodir tahun 2021 mendatang.

Kalau alasannya karena masalah lahan sih bukan masalah, karena lahan pemerintah di Kolo itu ada. Kondisi ini merupakan kebutuhan yang sangat urgen sekali untuk para Nelayan, kalau di akomodir tahun ini jelas tidak bisa karena pembahasan anggarannya sudah lewat," tegasnya.

Menurut nya, Cold Storage dilihat dari fungsi dan kegunaannya mempunyai peranan penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen,  sehingga peranan Cold Storage juga dapat menjaga harga jual tangkapan nelayan tidak mengalami penurunan yang juga bisa berimbas langsung terhadap pendapatan nelayan.

Kebutuhan akan penggunaan Cold Storage sebagai sarana penunjang di sektor perikanan menjadi sangat penting Karena jika dilihat dari jumlah hasil tangkapan nelayan yang punya potensi  cukup tinggi, keberadaan Cold Storage begitu jadi sangat krusial untuk memperlancar ketersediaan stok hasil tangkapan dengan kualitas yang bisa tetap terjaga guna menstabilkan harga ikan pada saat akan dipasarkan.

Demikian juga yang di sampaikan oleh anggota dewan Dapil Asakota lainnya di Komisi 2, Sukri Dahlan, S.Sos. Diakuinya, saat Monev di Dinas Perikanan sempat disinggung masalah hasil nelayan yang harga jualnya anjlok akibat melimpahnya hasil tangkapan, sehingga pihaknya mendorong dinas Perikanan dan Kelautan agar memprogramkan kebutuhan Cold Storage. "In Syaa Allah nantinya kita back up anggarannya," aku Sukri Dahlan.

Menurutnya, soal ketersediaan lahan sebenarnya tidak ada masalah karena kebetulan di Kolo ada lahan pemerintah sehingga memudahkan dibuatkannya tempat pendinginan/pengawetan hasil laut nelayan yang ada di sekitar Kolo. "Dengan harapan hasil tangkapan nelayan tidak lagi dijual kesusu dan bisa dijadikan stok untuk meningkatkan nilai ekonomi mereka," katanya.

Terpisah Kepala DKP Kota Bima melalui Sekertaris Dinas, Ir. H. Juwaid menyampaikan bahwa persoalan tersebut sebenarnya sudah mereka sampaikan sejak 3 tahun yang lalu kepada Pemerintah tetapi mungkin karena alokasi dana pembangunan Cold Storage ini cukup besar maka sampai hari ini belum ada jawaban.

Oleh karenanya, kata dia, menyikapi kondisi tersebut DKP Kota Bima sejak dua tahun yang lalu telah mengirimkan proposal ke kantor DKP Pusat.

"Dan In syaa Allah hal tersebut akan diperjuangkan oleh Anggota DPR RI PAN HM. Syafruddin, ST, MT. Kami yakin bahwa pemerintah Kota Bima sangat memperhatikan sekali kondisi ini tetapi karena mungkin postur APBD kita yang belum mencukupi pemerintah belum memberikan jawaban dan perlu kami sampaikan bahwa untuk tahun ini kalau tidak ada perubahan kita akan mendapatkan bantuan alat penghancur Es," pungkas Juwaid. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post