Curah Hujan Tak Menentu, Para Petani di Kecamatan Woha Khawatir Menanam

Kepala Unit Pelaksana Pertanian dan Perkebunan (UP3) Kecamatan Woha, Abdul Haris, S. Sos.

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Akibat curah hujan yang tak menentu, para petani mulai resah. Pasalnya, sejumlah lahan yang mau ditanami seperti Jagung dan Padi belum bisa ditanami akibat hujan belum turun secara rutin dan dikhawatirkan petani akan gagal tanam pada musim hujan ini.

Kepala Unit Pelaksana Pertanian dan Perkebunan (UP3) Kecamatan Woha, Abdul Haris, S. Sos, mengakui bahwa dengan tidak intensnya curah hujan pada musim tanam pertama tahun ini dikhawatirkan akan terjadi gagal tanam. Khusus di wilayah Woha lokasi yang belum dilakukan penanaman itu adalah beberapa desa di wilayah bagian Barat seperti desa Risa, Keli, Donggobolo dan Pandai.

"Sebagian besar lahan yang ada di desa-desa tersebut memang masih terlihat kosong," ungkapnya kepada Garda Asakota di kantornya, Rabu (29/01).

Haris sangat berharap dan menaruh harapan agar pada bulan Februari mendatang intensitas curah hujan tinggi agar para petani bisa menanam Jagung dan Padi untuk musim hujan tahun ini. "Tentu kita sangat berharap dan berdoa pada Allah SWT," ucap Abdul Haris.

Sementara itu, Arafik salah satu petani Jagung yang ada di Desa Risa mengakui bahwa sampai hari ini pihaknya bersama petani lainnya belum berani menanam tanaman Jagung maupun Padi dikarenakan curah hujan yang belum maksimal.

"Kami mau menanam sekarang, takutnya hujan tidak turun. Lebih baik menunggu dulu datangnya hujan baru kita melakukan penanaman," pungkasnya kepada Garda Asakota di Desa Risa kemarin. (GA. Zain*)

Post a Comment

Previous Post Next Post