Maa Syaa Allah, Mardiana TKW Asal Bugis Sape Akhirnya Bisa Pulang ke Tanah Air


Foto, Mardiana bersama Tiket Penerbangannya

Jakarta, Garda Asakota.-

Kepulangan Mardiana Ridwan TKW asal Dusun Langgar Selatan Desa Bugis Kecamatan Sape Kabupaten Bima dari Bagdad Irak ke Indonesia tinggal menghitung jam. Jumat besok (13/12), menjadi hari kepulangan Mardiana setelah setahun lebih dihantui ketakutan bekerja di Negara konflik.

"Alhamdulillah, barusan saya diinformasikan oleh pihak Kedubes RI di Bagdad bahwa jadwal kepulangan Mardiana, In Syaa Allah besok hari Jumat (13/12)," ungkap DPR RI, H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, Kamis malam (12/12).

Pria yang kerap disapa Rudhy Mbojo ini mengaku bersyukur, sebab berkat doa dan dukungan semua pihak sehingga keinginan yang bersangkutan untuk kembali ke kampung halaman bisa tercapai. "Ini berkat doa kita semua, In Syaa Allah Mardiana akan pulang ke Tanah Air dan bertemu dengan keluarganya," ucap pria yang intens melakukan komunikasi dengan pihak Kedutaan RI di Bagdad Irak ini.

Sementara itu, Yusri Albima, SHi, MA, menambahkan bahwa DPP BMMB dan AMBI berencana akan melakukan penjemputan kedatangan Mardiana di Bandara Internasional Soeta Jakarta.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Perlindungan BNP2TKI dan Kasubdit Pelayanan Pemulangan untuk melakukan penjemputan pada hari Sabtu nantinya," ungkap Aktivis Pegiat Peduli PMI (Pekerja Migran Indonesia)  yang juga menjabat sebagai Ketua DPP BMMB ini.


Seperti dilansir Gardaasakota.com sebelumnya, TKW asal Bima NTB ini mengadukan keinginannya untuk segera pulang ke Tanah Airnya lantaran merasa tidak aman dan tertekan tinggal di daerah konflik.

Diakui wanita yang sudah 1,4 tahun jadi TKI itu, memang memasuki Negara tersebut melalui jalur non prosedural, pun wilayah tersebut dikenal sebagai daerah konflik.

Berkat intensnya komunikasi wakil rakyat kita dari Dapil Sumbawa, Rudhy Mbojo dengan pihak Kedutaan RI, akhirnya keinginan Mardiana terkabul meski harus menghadapi beberapa resiko di Negara konflik itu.

Mardiana saat ini berada di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bagdad, Irak setelah sekitar tiga minggu yang lalu dijemput pihak Kedutaan di Kota Amara, Propinsi Wasit yang jaraknya sekitar 370 km atau 4 jam perjalanan dari Baghdad (di sebelah tenggara Baghdad, berbatasan dengan Iran).

Di Kota Amara ini tempat dia bekerja terakhir pada seorang majikan. "Saya kabur dari rumah majikan sebelum dijemput pihak Kedubes. Mohon do'a nya supaya proses kepulangan saya nanti dipermudah," harapnya kepada Garda Asakota saat itu. (GA. 212*)

Post a Comment

Previous Post Next Post