Desa Renda Optimis Juara

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Tim penilai Lomba Desa, Posyandu, dan P2WKSS Tingkat kabupaten Bima hari Rabu kemarin, (29/4), menilai Desa Renda yang mewakili Kecamatan Belo.
Tim disambut antusias oleh pejabat lingkup kecamatan Belo dan para tokoh masyarakat Renda di perbatasan Desa Renda. Tim kemudian berjalan dari perbatasan diiringi oleh musik Hadrah/Rebana menuju Paruga To’i  Desa Renda, sesampai di Paruga To’I  Tim disambut dengan Tarian Bima yang ditampilkan oleh anak-anak SDN Inpres Renda-2 dan paduan suara dari Ibu guru SD/Inpres desa Renda dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PKK dan Mars LKMD.
Kepala Desa Renda, Drs. Rusdin HM, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Penilai Lomba Desa, Posyandu dan P2WKSS tingkat Kabupaten Bima.
Dihadapan tim, Kades melaporkan tentang kondisi riil masyarakat Renda, dimana pada saat sekarang sekitar tujuh puluh (70) persennya sudah keluar daerah dalam rangka melakukan aktivitas pertanian/bercocok tanam khususnya tanaman bawang merah selaku komodi unggulan masyarakat Renda yang nanti hasil komodi tersebut akan dikirim keluar daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, Manado dan Papua.
“Sehingga partisipasi mayarakat dalam kegiatan ini agak berkurang dan potensi lain desa kami adalah kain tenun (Tembe-nggoli) yang juga dikirim ke Jakarta.
Saya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi lebih khusus pada Panitia, Camat dan Muspika dan berharap semoga Tim Penilai memberikan penghargaan kepada Desa Renda untuk mewakili Kabupaten Bima di tingkat Provinsi,” harapnya.
Sementara itu, Kepala BPMDes Kabupaten Bima yang juga Ketua Tim Penilai, Abdul Wahab Usman, SH, M. Si, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah kecamatan Belo lebih khusus masyarakat Desa Renda yang begitu antusias menyambut kedatangan pihaknya.
Menurutnya, indikator utama dalam lomba Desa adalah melihat kinerja pemerintah Desa dan sejauh mana tingkat partisipasi masyarakat di bidang pembangunan. “Setelah itu, tim melihat data dan fakta di lapangan, termasuk bagaimana penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Pemilihan Kepala Desa,” terangnya. 
Hal senada juga ditegaskan oleh, Drs. A. Haris, Sekretaris Tim Penilai. Kepada Garda Asakota, dia mengungkapkan indikator penilaian dalam lomba tersebut diantaranya pendidikan masyarakat, kesehatan, lingkungan hidup, pemerintahan, keamanan/ketertiban, lembaga kemasyarakatan, ekonomi, partisipasi, PKK, Perpus Desa, pemberdayaan perempuan dan teknologi tepat guna. “Untuk instansi yang tergabung dalam Tim, yakni BPMDes, Dikes, Dikpora, Lingkungan Hidup, Kesbanglinmas, BKKB dan PKK,” ucap Kabid KPASosBud pada BPMDes ini. (GA. Nawir*)

Post a Comment

Previous Post Next Post