Tinggalkan Rumah untuk Melakukan Vaksinasi Sapi, Pria Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri

 

Lokasi tempat ditemukannya korban gantung diri. 




Kabupaten Bima, Garda Asakota.-



Seorang warga Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi leher tergantung tali di sebuah Pohon Asam di So Due Gale Desa Tumpu, Senin pagi (12/9) sekitar pukul 07.30 Wita.


Untuk sementara, pihak Kepolisian Sektor Bolo Polres Bima Polda NTB menyebut kasus ini gantung diri, ungkap Kapolsek Bolo, AKP Hanafi, seperti dilansir Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka.


Korban tersebut merupakan seorang pria usia 37 tahun, yang kesehariannya berwiraswasta.


Lebih lanjut Adib meneruskan, awalnya korban meninggalkan kediamannya pada hari Jum’at (9/9) sekitar pukul 08.00 Wita untuk melakukan vaksinasi PMK pada sapi miliknya di So Lantoro Watasan Desa Tumpu.


"Namun sampai Senin (12/9), korban tidak kunjung pulang di kediamannya," katanya.


Keluarga korbanpun merasa resah dan mencoba mencari korban di sekitar kandang sapi miliknya di So Lantoro tersebut.


Sayangnya, korban ditemukan telah tewas dengan leher tergantung tali yang dilitkan di pohon asam. Adib menyebut, ada 3 orang saksi yang melihat keadaan korban saat ditemukan.  “Ketiga saksi ini, warga Desa Leu,” katanya.


Pihak Polsek Bolo yang menerima laporan penemuan mayat dari masyarakat pada pukul 08.30 Wita, langsung menuju TKP.


Sebagai langkah awal untuk memastikan penyebab kematian kornan, Kanit Reskrim Polsek Bolo berkoordinasi dengan kepala Puskesmas Bolo untuk dilakukan Visum Luar.


Akhirnya, pukul 10.00 Wita, Tim Inafis Polres Bima bersama anggota medis Puskesmas Bolo tiba di TKP untuk melakukan visum luar guna mencari tau penyebab kematian.


Selain visum, Kanit IK bersama anggota IK juga melakukan interogasi terhadap saksi-saksi yang melihat korban dalam keadaan gantung diri tersebut.


Sementara anggota Polsek Bolo bersama Tim Inafis melakukan olah TKP di So Due Gale tempat korban ditemukan tewas.


Berdasarkan informasi warga setempat, bahwa korban dikatakan mengalami  kelainan fisik dari lahir dan jarang pulang di kediamanya, dan hari-hari berada di kandang Sapi miliknya. (GA. 212*)

Post a Comment

Previous Post Next Post