-->

Notification

×

Iklan

Komisi II DPRD Tinjau Kondisi Pasar Amahami yang Dikeluhkan Semrawut

Tuesday, March 29, 2022 | Tuesday, March 29, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-03-29T05:59:08Z

 

Sejumlah anggota Komisi 2 DPRD Kobi saat meninjau Pasar Amahami didampingi Kepala UPT Pasar Amahami, Sariman, SH.



Kota Bima, Garda Asakota.-



Menindaklanjuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia (APSI) Kota Bima terkait kesemrawutan Pasar Amahami, Komisi II DPRD Kota Bima yang diwakili Taufik HA Karim turun On the Spot, Selasa (29/3). 


Ketua Komisi II DPRD Kota Bima Taufik A. Karim didampingi Kepala UPT Sarana Distribusi Dinas Koperindag, memantau langsung kondisi Pasar dan menyerap aspirasi pedagang untuk ditindaklanjuti. 


Usai keliling sejumlah los pasar, Taufik mengatakan, dari hasil turun ini, begitu luar biasa dinamika pasar. Karena yang namanya pasar memang banyak kepentingan dan keinginan. 


Terutama sekali sebut Duta PPP itu, dirinya berharap APSI harus bermitra dengan pemerintah, lebih khusus UPT. Karena jika ingin melaksanakan kegiatan di pasar, harus berkoordinasi dengan UPT. 


Ada banyak keinginan pelaku pasar, beragam problem juga. Pemerintah telah bangun pasar yang bagus, namun meminta penambahan area. Kemudian sudah dipasang kanopi, justru minta lagi. 


"Pedagang juga harus saling membantu dengan pemerintah terutama UPT. Karena tidak semua harus dipenuhi keinginan pelaku pasar," katanya. 


Tak hanya itu, sambung Taufik, hasil On the Spot ini akan disampaikan ke pemerintah, terutama harapan pedagang yang meminta beberapa Los Pasar yang belum dipasang kanopi, agar bisa segera dipasang. 


Di tempat yang sama, Kepala UPT Sarana Distribusi Dinas Koperindag Sariman SH, menjelaskan, Pasar Amahami memang kondisi bangunan tidak tepat. 


Karena posisi terlalu banyak perubahan Los, sehingga tidak bisa mengatur tata cara berjualan. "Bisa diatur, tapi dengan pendekatan-pendekatan yang persuasif," ujarnya. 


Penataan Los selama ini, Los A untuk bahan sembako dan rempah-rempah, Los B sayur mayur, Los C ikan basah dan kering, Los D untuk pedaging. Kemudian kuliner dan pakaian sudah tertata dengan baik. 


"Hanya saja yang sulit diatur itu Los ikan sama sayuran-sayuran. Ini yang terus menjadi atensi kami. Tapi demikian, begitu sulitnya mengatur dinamika pasar," ungkapnya. 


Menurut Sariman, setiap pekan selalu dilakukan penertiban. Pun setiap hari Jum'at disemprot untuk dibersihkan Los Ikan untuk menghindari penyakit. 


"Pada intinya, kami di UPT akan terus mengaturnya agar tertib dan memberikan kenyamanan untuk pelaku pasar dan pembeli," tambahnya. (GA. 355*)

×
Berita Terbaru Update