Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Kesulitan Air Besih, Melonjaknya Harga Pupuk Subsidi dan Sembako Dikeluhkan Warga

 

Mataram, Garda Asakota.-

Anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan Lombok Timur, H Najamuddin Mustofa, mengaku masyarakat yang ada di Empat (4) Kecamatan di Lombok Timur mengeluhkan kurangnya air bersih di wilayah mereka.

“Meski saat sekarang puncaknya musim hujan, akan tetapi kesulitan air bersih masih menjadi problem yang harus dicarikan solusinya oleh Pemerintah,” ujar Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini kepada sejumlah wartawan, Senin 22 Februari 2021.

Keluhan kesulitan air bersih ini, menurutnya, diperolehnya saat menggelar reses beberapa waktu lalu di sepuluh (10) titik di empat (4) wilayah Kecamatan di Lombok Timur yakni di Kecamatan Sikur, Kecamatan Sakra, Kecamatan Sakra Timur dan Kecamatan Sakra Barat.

Selain mengeluhkan kesulitan air bersih, masyarakat yang ada disana menurut pria yang juga merupakan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD NTB ini juga mengeluhkan akan melonjaknya harga pupuk subsidi.

“Kedua melonjaknya harga pupuk subsidi hingga mencapai 400 %. Dari Rp1.800/kg bisa mencapai Rp4.500/kg. Melonjaknya harga pupuk subsidi ini merupakan pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Pemerintah baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah,” cetusnya.

Alasan kelangkaan pupuk menurutnya menjadi salah satu alasan naiknya harga pupuk subsidi. “Oleh karenanya menurut saya, Pemerintah harus melakukan penataan ulang kembali distribusi pupuk ini agar tidak lagi ditangani oleh distributor atau pengusaha. Akan tetapi distribusinya diambil alih kembali oleh Pemerintah dan mendistribusikannya kembali ke masyarakat melalui perangkat pemerintah yang ada seperti Kecamatan dan Desa. Ini harus segera dievaluasi oleh Pemerintah,” sorotnya.

Dari hasil resesnya tersebut, mantan Ketua PKB NTB ini juga mengungkapkan banyaknya masyarakat yang mengeluhkan tentang kenaikan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) seperti beras, minyak goreng, telur, dan tepung terigu.

“Masyarakat mengeluhkan melonjaknya harga sembako sementara kemampuan atau daya beli masyarakat menurun. Disinilah Pemerintah harus hadir dalam membantu kesulitan masyarakat,” pungkasnya. (GA. Im*)

Posting Komentar

0 Komentar