Ada Bocoran Informasi Ule Akan Dipimpin ASN Perempuan, Warga Segel Kantor Lurah

Lurah Ule bersama Babinkamtibmas saat memantau pembukaan kembali segel kantor Kelurahan Ule Rabu siang (22/1)

Kota Bima, Garda Asakota.-

Warga masyarakat Kelurahan Ule Kecamatan Asakota Kota Bima melakukan aksi penyegelan kantor Lurah lantaran mereka mendapatkan bocoran informasi bahwa Kelurahan Ule nantinya akan dipimpin oleh seorang Lurah Perempuan.

"Mendengar informasi seperti itu mereka langsung menolak, karena mendengar informasinya dari sebuah sumber valid orang terdekat EA 1," ungkap perwakilan warga, Fahruddin yang juga Ketua Rt. 01 Lingkungan Tolotongga pada sejumlah wartawan Rabu siang (22/1).

Ada beberapa alasan penolakan warga diantaranya banyak program kegiatan tingkat kelurahan yang tidak bisa di lakukan oleh seorang Lurah perempuan. Apalagi di sisi lain, Tolotongga memiliki banyak SDM yang bisa dipromosikan untuk menjadi Lurah.

"Kenapa mesti perempuan?. Jadi, aksi penyegelan ini kami lakukan sebagai wujud reaksi penolakan atas bocoran informasi tersebut yang harus jadi atensi Walikota Bima selaku pengambil kebijakan tertinggi," tegas Fahruddin.

Terpisah, Plt. Lurah Ule, Nakhyar Munkar, S, Pd, dihadapan warga menjelaskan substansi jabatan yang diemban saat ini. Ketika hari ini pengambil kebijakan mengambil alih jabatan yang saat ini dia emban, yah tentu dirinya harus legowo sebagai wujud loyalitasnya pada atasan.

"Saya selaku bawahan harus legowo dalam mengemban amanah yang di berikan oleh pemangku kekuasaan. Dan saya siap di tempatkan di manapun," tegasnya.

Nakhyar menegaskan bahwa apa yang terjadi hari ini tentang adanya reaksi penolakan terhadap adanya informasi bahwa kedepan Ule akan dipimpin oleh Lurah Perempuan, maka hal itu sudah di luar kewenangannya. "Karena itu hak dinamika masyarakat yang tidak bisa saya intervensi karena mungkin itu merupakan penilaian masyrakat," katanya.

Meski demikian, Lurah berharap agar aksi penyegelan kantor Lurah ini segera di buka karena akan berdampak pada terhambatnya proses pelayanan kepada masyarakat dan lain sebagainya.

Berdasarkan pantauan langsung wartawan di lapangan, aksi penyegelan di lakukan mulai pukul 11.00 Wita itu akhirnya dibuka kembali sekitar pukul 13.00 Wita, setelah warga mendengar apa yang disampaikan oleh Lurah Nakhyar. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post