Peringati Malam Nuzulul Quran, Bupati Bima Berharap Al-Quran Jadi Pedoman Hidup

Bupati Bima saat mendampingi Gubernur NTB yang mengadakan kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi NTB di masjid Baiturrahman Desa Bre Kecamatan Palibelo Jum’at (24/5).

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Momentum Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Bima dan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi NTB yang dipusatkan di masjid Baiturrahman Desa Bre Kecamatan Palibelo Jum’at (24/5) dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, melaksanakan kegiatan malam Nuzulul Quran tingkat Kabupaten Bima.

Peringatan Nuzulul Quran ini, kata Bupati, penting diadakan untuk mengenang kembali malam turunnya Al-Quran untuk pertama kalinya oleh Allah SWT kepada Nabi Besar Muhammad SAW. "Kitab suci Al-Quran ini, sebagai risalah terakhir yang sempurna dan universal bagi seluruh ummat manusia dengan konsep tanzil-turun, membawa atau  menurunkan banyak pesan yang harus direpresentasikan dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Bupati.

Allah SWT menurunkan Al-Quran saat manusia sedang mengalami kekosongan para rasul, kemunduran akhlak dan kehancuran problem kemanusiaan, sosial politik dan ekonomi. Pada setiap problem itu, Al- Quran meletakkan sentuhannya yang mujarab dan relevan di setiap zaman. "Al-Quran diturunkan sebagai kitab suci terakhir dimaksudkan untuk menjadi petunjuk, bukan saja pada masyarakat tempat di mana kitab ini diturunkan, tetapi juga kepada seluruh masyarakat hingga akhir zaman," tegasnya.

Kitab ini memuat berbagai tema yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, seperti pola hubungan manusia dengan Yang Maha Pencipta, hubungan antar sesama manusia, dan hubungan manusia dengan lingkungan alam sekitarnya. Bahkan, Rasulullah sendiri dibina akhlaknya langsung oleh Al-Quran. Substansi ajaran Al-Quran tidak dimaksudkan untuk menciptakan masyarakat yang seragam di seluruh belahan bumi dan di sepanjang masa, tetapi memberikan prinsip-prinsip umum yang memungkinkan terjadinya pola keseimbangan hidup di dalam masyarakat, dan pada gilirannya suasana ketentraman di bawah ridha Allah SWT akan terwujud di masyarakat, yaitu terciptanya masyarakat yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Al-Quran juga  memiliki dimensi historis, ruang dan waktu yang berbeda. Oleh karena itu, bacaan terhadap Al-Quran membutuhkan pengetahuan yang bersifat interdisipliner, terutama dalam upaya menggali makna-makna yang terkandung di dalamnya sekaligus merupkan dasar hukum Islam dan sumber syariat islam yang memiliki manfaat bagi umat manusia.

Nabi Muhammad adalah seorang rasul yang dipercaya menerima muksizat Al-quran yang bertugas untuk menyampaikan, mengamalkan, dan menafsirkan Al-Quran. "Saya berharap dengan diperingatinya Nuzulul Quran ini akan menjadikan Al-Quran sebagai kitab suci, panutan dan pedoman bagi seluruh umat manusia sekaligus sebagai arahan bagi mereka yang ingin hidup sebagai manusia Robbany," harap Bupati Perempuan pertama di NTB ini. (GA. 212*)

Post a Comment

Previous Post Next Post