Mengenal Konsep Belajar Otodidak (Bagian Akhir)

Oleh: Muhammad Ali, S.Pd., MM.
Belajar adalah kegiatan sosial. Belajar merupakan proses sosial yang lahir dari interaksi, komunikasi, dan sosialisasi dengan diri dan lingkungan yang melibatkan orang lain atau hanya diri sendiri. Belajar secara otodidak meskipun bertumpu pada daya, kemampuan, tenaga, dan pikiran sendiri, namun juga dapat melibatkan orang lain. Belajar adalah suatu kegiatan sosial yang lahir dari interaksi sosial.Aspek penting yang perlu ditekankan dalam belajar secara otodidak adalah subyek yang melakukan kegiatan belajar adalah diri kita sendiri, sedangkan orang lain hanya berfungsi sebagai fasilitator dan mediator.
Dalam pendidikan formal, belajar adalah kegiatan sosial yang lahir dari interaksi antara tenaga pendidik dengan peserta didik. Sedangkan yang dimaksud dengan belajar secara otodidak dalam tulisan ini yaitu belajar yang tidak hanya dapat melibatkan orang lain tetapi juga hanya dapat melibatkan diri sendiri dengan bertumpu pada daya, kemampuan, tenaga, dan pikiran sendiri.
Konsep belajar secara otodidak merupakan bagian dari konsep Manusia yang Bersumber Daya (MBD). Dengan demikian, belajar secara otodidak diharapkan dapat mendorong mereka agar mau dan mampu mengembangkan kreatifitas dan inovasi belajar secara mandiri. Menurut penulis, pendekatan belajar secara otodidak adalah sebagai berikut:
1. Belajar sendiri. Belajar sendiri dalam tulisan ini adalah belajar dengan diri sendiri. Walaupun dalam prosesnya mereka juga dapat berinteraksi, berkomunikasi, dan bersosialisasi dengan orang lain. Dalam proses belajar sendiri, mereka dapat menggunakan sumber dan fasilitas belajar sendiridan umum yang ada sesuai dengan kebutuhan dan keinginan belajar masing-masing.
2. Belajar mandiri. Belajar mandiri adalah belajar dengan daya dan kekuatan sendiri. Belajar juga dapat dilakukan secara mandiri dengan menjadikan diri sendiri sebagai agen pembelajaran (agent of learning). Belajar mandiri dapat dilakukan apabila mereka memiliki inisiatif dan motivasi belajar. Pengembangan model belajar mandiri dapat dilakukan dengan E-Learning atau pembelajaran secara online. Pelaksanaan pembelajaran ini didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, video, tape, televisi, dan komputer. E-Learning merupakan proses belajar yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi kegiatan belajar mandiri.
3. Belajar secara informal. Belajar secara informal adalah belajar dalam situasi dan kondisi yang tidak resmi atau formal. Hal ini berarti bahwa belajar secara informal dapat dilakukan sendiri di luar jalur pendidikan formal. Perbedaan antara belajar secara formal dengan belajar secara otodidak adalah belajar secara formal dilakukan di institusi pendidikan formal melalui perantara tenaga pendidik, sedangkan belajar secara otodidak tidak dilakukan di institusi pendidikan formal dan tidak harus melalui perantara tenaga pendidik.
Selain itu, belajar secara otodidak dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan orang lain di luar jalur pendidikan formal. Kelebihan belajar secara otodidak dibandingkan dengan orang yang belajar secara formal biasanya terletak pada kegigihannya, keuletannya, dan sifat tidak mudah menyerah.
Mereka biasanya lebih berani bereksperimen dengan hal-hal baru dibandingkan dengan orang yang belajar secara formal. Walaupun mereka kadang melakukan beberapa kesalahan, namun dari kesalahan-kesalahan itulah mereka belajar untuk bisa lebih baik lagi. Ada beberapa nilai positif yang dapat diperoleh melalui belajar secara otodidak.
Pertama, sikap terbuka terhadap perubahan.
Mereka yang belajar secara otodidak cenderung terbuka dengan berbagai hal baru. Mereka tidak akan berusaha menyangkal hal-hal baru dan perubahan yang terjadi. Justru mereka akan lebih bersikap positif terhadap suatu perubahan.
Kedua, rasa ingin tahu yang besar (Curiousity). Rasa ingin tahu, keberadaannya sangat dekat dengan pembelajar otodidak. Melalui rasa ingin tahu inilah, mereka meraih ilmunya serta mampu mengembangkannya. Segala hal yang menarik perhatian mereka bisa membuat mereka sangat penasaran. Justru karena rasa penasaran inilah yang mem buat mereka ingin menggali lebih dalam lagi.
Ketiga, sikap kreatif dan inovasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa kreatifitas dan inovasi adalah tiang dari belajar secara otodidak. Mereka yang belajar secara otodidak tidak terpengaruh oleh ilmu pasti dan bimbingan. Kemampuan mereka dalam mengeksplorasi dan mengombinasikan berbagai macam ilmu secara kreatif dan inovatif dalam satu bidang membuatnya terus bertahan menjadi pembelajar otodidak sejati.
Keempat, sikap sebagai manusia yang bersumber daya. Pembelajar otodidak mendapatkan ilmunya murni tanpa harus mendapatkan suatu bimbingan secara khusus.
Semuanya dipelajari oleh dirinya sendiri. Mereka biasanya akan berusaha untuk membagi ilmunya kepada orang banyak jika mereka merasa bahwa apa yang mereka pelajari tanpa bimbingan orang lain tersebut dapat bermanfaat bagi orang banyak. Hal ini mereka lakukan sebagai cerminan dari keinginannya untuk mendapatkan penghargaan atau pengakuan atas keberhasilannya mendapatkan ilmu tersebut lewat usaha mandiri dan tanpa bimbingan siapapun. 
Akhirnya, penulis dapat menyimpulkan bahwa belajar secara otodidak memberikan dampak yang sangat besar bagi pengembangan potensi diri secara optimal. Ilmu, ketrampilan, dan sikap yang diperoleh lewat  pembelajaran secara otodidak diharapkan dapat bermanfaat baik bagi para pembelajar otodidak itu sendiri maupun orang lain.

*Penulis: Dosen STIE Bima

Post a Comment

Previous Post Next Post