Kaki Korban Penembakan di Parado, Diamputasi

Bima, Garda Asakota.-
Na’as, nasib yang dialami salah satu korban penembakan, Ahmad, SP.d (25-thn). Warga Parado yang menjadi guru guru sukarela di MTs Parado ini, terpaksa kaki kirinya diamputasi.
Sampai sekarang dirinya masih terbaring lemah Rumah Sakit Umum Mataram. “Tiga uratnya yang putus akibat tembakan tersebut pada bagian kaki kiri, harus diamputasi
oleh dokter,” ucap tua Korban, Fatimah di Parado, Selasa (15/3). Fatimah mengaku kaki kiri putra kedua dari empat bersaudara itu sudah diamputasi oleh dokter, lantaran tiga urat yang putus menjadi busuk. Bahkan kalau tidak dipotongpun, maka seumur hidup akan cacat.
Kepada wartawan diri¬¬nya sempat mengungkapkan kekesalannya terhadap oknum aparat yang melakukan penem¬bakan terhadap putranya, padahal sebe¬narnya saat itu putranya bukan terma¬suk bagian dari demonstran yang mela¬kukan aksi anarkis. “Saat itukan anak saya sedang bersantai-santai dengan teman-temannya.
Kami sangat kecewa dengan sikap atau perilaku dari aparat polisi yang menembak secara membabi-buta terhadap warga sehingga anak saya menjadi bagian korban tersebut dan cacat seumur hidup,” cetusnya. Untuk itu, dirinya meminta kepada polisi agar bertanggung jawab terhadap derita put¬ra¬nya. “Masa depan putra saya sudah tidak ada lagi, maka dari itu pemerintah harus bertanggung jawab,” pintanya.
Informasi yang didapat Garda Asa¬kota, selain korban Ahmad yang menga¬lami perawatan intensif bahksan sampai diamputasi kakinya, masih ada lagi korban lainnya yakni Sudirman 40 (thn). Korban Sudirman mengalami luka yang serius dibagian kakinya, bah¬kan dari keterangan dokter Puskesmas Parado sebelumnya, korban tersebut terkena peluru tajam. (GA. 234*)

Post a Comment

Previous Post Next Post