Header Ads

Rakernas Apeksi ke-XIV, Wakil Walikota Bima Hadiri Kegiatan Smart City


Semarang, Garda Asakota.-

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi ke-XIV, yang dihelat di Kota Semarang Jawa Timur, hingga Jumat masih berlangsung. Siang tadi, Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, SH, mengikuti kegiatan Smart City (Opsional), bersama Walikota lainnya di kantor Balai Kota Semarang.


Diacara Smart City yang dihadiri Walikota dan Wakil Walikota se-Indonesia, membahas sistim pelayananan dalam menggenjot pembangunan daerah. Salah satunya pada pertemuan tersebut seperti dijelaskan Kabid Diskominfo Kota Semarang Arif Budiman, bahwa tata kelola dilakukan kota Semarang tersistim dengan baik. Seperti sistim Pengelola Informasi Pablik (PIP), Infrastruktur, Pemerintahan, Sosial Budaya, ATCS, serta lainnya dalam menunjang pembangunan daerah secarah struktur.

Sementara itu, Wakil Walikota Bima kepada Garda Asakota, usai mengikuti acara Smart City, Jumat (5/7) mengaku selama mengikuti kegiatan Apeksi, sejak tanggal 2-5 Juli, banyak sekali program yang diserap dalam meningkatkan pembangunan daerah. Salah satunya, kata dia, adalah konsep Samart City alias Kota Pintar yang terlihat meningkat pesat hingga menggenjot PAD yang besar pula.

Bicara Smart City, sebut Wawali, tentu harus diimbangi dengan sumber daya manusianya. Artinya bila kondisi SDM tidak mendukung, tentu percuma saja. "Meski memiliki fasilitas lengkap untuk pembangunan Smart City, lantas SDM dimiliki oleh daerahnya yang sifatnya standar, semua itu juga tak akan berjalan dengan baik," ujarnya.

Melihat lompatan ekonomi yang dimiliki Kota Semarang saat ini, sudah seharusnya menyatukan persepsi. Artinya seiring perkembangan jaman teknologi saat ini, mau tidak mau suka tidak suka, Smart City itu diharuskan untuk dilaksanakan sesuai perkembangan teknologi saat ini.

Wakil Walikota juga menegaskan, bahwa Smart City, sebenarnya sudah ada sejak tahun 2004. Pemerintah Kota Bima yang melaksanakan Smart City dengan istilah sebelumnya, E-govermen. "Hanya saja pemahaman E-govermen di Kota Bima saat itu belum mampu menjabarkan secara ekplisit atau masih beragam," tuturnya seraya mengakui bahwa soal sistim pelayanan publik ini Kota Semarang sudah jauh lebih maju. "Kota Semarang sudah melompat jauh dengan sistim pelayanan Smart Citynya. Meski demikian, kita di Kota Bima In Syaa Allah akan tetap berusaha untuk mengarah pada sistim Smart City meski butuh waktu," ujarnya optimis.

Usai mengikuti kegiatan Smart City, Wawali bersama rombongan lainnya mendatangi salah satu masjid terbesar yakni Masjid Agung Semarang Jawa Timur sekaligus melaksanakan sholat Jumat. "Rupanya mesjid ini, bukan hanya sebagai tempat ibadah. Akan tetapi, juga ikut andil memberikan PAD bagi daerah dimana per tahunnya sebesar Rp1Milyar karena di dalam kawasannya dipadukan berbagai icon wisata dan juga fasilitas lapaknya," ujarnya. (GA. 355*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.