Header Ads

Keluarga Pasien Keluhkan Kekurangan Stok Darah di RSUD Bima




Kota Bima, Garda Asakota.-

Darah.. Adalah merupakan salah satu unsur utama yang harus tetap ada dalam tubuh manusia ataupun makhluk hidup lainnya di dunia ini karena memang darah menjadi faktor penentu utama untuk keberlanjutan hidup makhluk. Darah dalam tubuh harus selalu dalam kondisi normal agar hidup terus berlangsung baik, sebaliknya jika kondisi darah dalam tubuh menurun atau di bawah ambang normal maka bisa di pastikan bahwa makhluk tersebut berada dalam kondisi darurat atau emergency jika tak segera ditangani.

Oleh karena begitu vitalnya kebutuhan darah ini, maka sudah seharusnya ketersediaan stok darah di setiap instansi-instansi Kesehatan terutama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) harus tetap Standby agar ketika seorang pasien dalam kondisi gawat darurat kekurangan darah maka secepatnya dapat tertangani, namun rupanya persoalan kekurangan stok darah di RSUD Bima menjadi salah satu hal yang sering dikeluhkan oleh warga masyarakat seperti yang di utarakan oleh seorang isteri pasien rujukan dari RSUD Kota Bima di ruang IGD RSUD Bima. 

"Kondisi suami saya sejak pertama masuk ke IGD RSUD Bima kekurangan darah O, namun hingga hari ini belum satu kantong darahpun masuk ke dalam tubuhnya. Apalagi darah yang dibutuhkan oleh suami saya sekitar 7 kantong justru pihak RS menyarankan kami untuk mencari donor darah tambahan di luar karena stok darahnya tidak ada," ungkap, Fitriah (27 tahun) saat mendampingi suaminya Efendy, yang terkena tumor Jumat sore (09/11). Karena sebab itulah, kata dia, rencana awal sesuai dengan saran Dokter agar suaminya dirujuk ke Mataram tidak bisa dilaksanakan.

Hal itu juga dijelaskan oleh petugas piket IGD  bahwa pasien atas nama Efendi ini belum bisa di rujuk ke Mataram karena kondisinya belum memungkinkan disebabkan pasien berada dalam kondisi di bawah batas, sehingga harus dirawat dulu sampai kondisinya benar-benar kuat untuk perjalanan jauh baru bisa di rujuk ke Mataram. 

"Dan untuk memenuhi hal tersebut maka harus melakukan transfusi darah minimal 7 kantong," akunya.

Bukankah untuk urusan darah ini telah tersedia anggarannya sendiri?, menjawab pertanyaan tersebut Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan RSUD Bima, Junaidin, SKM, S.Sos, MM, via ponselnya mengakuinya. 

"Iya, memang anggaran untuk semua jenis pelayanan di RS sudah ada anggarannya sendiri termasuk pelayanan darah, tetapi bukan berarti pelayanan darah di RSUD membeli darah, bukan seperti itu. Akan tetapi Rumah Sakit menyiapkan fasilitas sekiranya ada kebutuhan untuk itu misalnya ketika ada aksi donor darah ya pihak RS memfasilitasinya seperti menyiapkan kantong darahnya, menyiapkan konsumsi untuk pendonor darah atau calon donornya jika kemudian stok darah berkurang maka pihak RS akan segera bersurat kepada setiap instansi atau lembaga sekiranya ada keinginan untuk menyumbangkan darahnya, akan tetapi karena kebutuhan pasien akan darah ini sangat banyak maka stok yang tersedia tetap tidak mencukupi," terangnya. 

Oleh karenanya, pihaknya selalu mengharapkan kepada semua elemen yang ada untuk dapat mengarahkan masyarakat agar dapat mendonorkan darahnya ke RSUD.

Mengenai berapa besar anggaran untuk jenis pelayanan darah ini Junaiddin tidak mengetahui pasti berapa. "Tapi yang jelas ada dalam DPA-RKB tetapi sekali lagi saya katakan bahwa dana tersebut bukan untuk pembelian darah tetapi  hanya untuk memfasilitasi pelayanan transfusi darah atau aksi donor darah," pungkasnya. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.