Header Ads

Disinyalir Kurang Koordinasi, Petani di Bolo Tolak Bantuan Bibit Jagung

Ilustrasi

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Munculnya penolakan bantuan benih jagung oleh beberapa Kelompok Tani Wilayah Kecamatan Bolo Kabupaten Bima disinyalir akibat kurangnya koordinasi dan transparansi dari pihak UPTD Pertanian Bolo. Sebut saja salah satu Kelompok Tani Mboto Mboha yang berada di Desa Kananga yang merasa kecewa dengan benih jagung yang tidak sesuai dengan yang mereka usulkan. 

"Kita sudah mengusulkan benih jagung Nk sama Bisi 18 bukan Premium sama B9. Lebih baik kita tolak daripada kita terima  lantaran belum teruji di kalangan masyarakat kualitasnya," ungkap Yadi selaku Ketua Kelompok Tani Mboto Mboha.

Sinyalemen penolakan bibit jagung ini juga diakui Koordinator Badan Penyuluhan Pertanian  Kecamatan Bolo. Seharusnya, kata dia, jauh hari sebelum penyaluran bantuan ke tangan petani pihak UPTD Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura Kecamatan Bolo mengundang dan melakukan rapat dengan beberapa pihak, para petani penerima bantuan, babinsa selaku pengawas serta para PPL yang ada dimasing-masing desa”, tutur Koordinator Badan Penyuluhan Pertanian  Kecamatan Bolo, Ibrahim SPKP, pada wartawan diruang kerjanya, Senin, (26/11).

Sebenarnya, kata dia, jika ada koordinasi dan transparansi tidak akan terjadi adanya penolakan bantuan benih jagung dari beberapa Kelompok Tani. "Namun apa yang terjadi, jangankan para petani dikumpulkan untuk rapat, pihak kami selaku penyuluh yang berhubungan langsung dengan masyarakat tanipun tidak dilibatkan, kapan dan kelompok tani mana yang pertama mendapatkan penyaluran atas bantuan tersebut." sesalnya.

Bahkan sambung dia, penyaluran benih bantuan selama ini selalu jalan sendiri tanpa melibatkan pihaknya selaku penyuluh pertanian. Menurut dia, rapat itu penting, sebab dengan duduk bersama, dapat djelaskan bantuan benih jagung tersebut, bagaimana varietas serta model barangnya. "Kita bisa jelaskan semuanya sehingga mereka (para petani red) akan paham dan legowo untuk menerima bantuan itu, terangnya.

Sesuai tupoksi, pihaknya hanyalah selaku fasilitas bagi Kelompok Tani sedangkan yang punya program adalah UPTD itu sendiri, "Yang jelas dari awal petugas PLL sudah ajukan maupun usulakan sesuai dengan keinginan para petani sendiri yaitu, Varietas Sejenis NK dan Varietas Bisi 18. hal ini sesuai juga dengan data Calon Petani Calon Lahan (CPCL) nya," ungkapnya. Namun apa mau di kata yang salurkan lanjut dia, tetap saja Varietas baru, B9 dan Preminium," sesalnya lagi.

Sementara itu, Kepala UPTD Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura Bolo, Muflin A. MD, saat dikonfirmasi di hari yang sama membantah kalau pihaknya tidak pernah melakukan garis koordinasi dengan pihak penyuluh, apalagi tidak transparan. "Kata siapa, kami tidak lakukan koordinasi, setiap penyaluran jenis bantua benih kepada petani, kami selalu libatkan para PPL", katanya.

Lanjut dia, tuduhan itu tidak benar, sebab, selama ini setiap ada penyaluran bantuan benih apapun kepada petani, selalu pihaknya melibatkan PLL, dan Babinsa. "Bahkan aparatur pemerintah desapun kami ikut sertakan,” sangkal Muflin.

Bahkan sambung dia, baru-baru ini sebelum kami salurkan bantuan benih jagung, tiga hari sebelumnya sudah kami gelar rapat dengan semua kalangan termasuk didalamnya PLL. Sekali lagi saya tegaskan, tidak benar kalau kami tidak lakukan koordinasi, itu hanya fitnah yang sengaja ingin menjatuhkan reputasi saya selaku Kepala UPTD Pertanian", pungkasnya. (GA. Ongky*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.