Header Ads

Pembenahan Kantor Bupati dan Pembangunan Islamic Center di Woha Jadi Prioritas Anggaran ‘Bima Ramah’


Wakil Bupati Bima, Drs H Dahlan HMN.


Mataram, Garda Asakota.-

Keterbatasan anggaran dalam APBD Kabupaten Bima menjadi salah satu penyebab kue pembangunan di Kabupaten Bima tidak dapat terdistribusikan dengan baik. 

Berdasarkan wawancara wartawan media ini dengan Wakil Bupati Bima, Drs H Dahlan HMN, dari total Rp1,8 Trilyun anggaran dalam APBD kita. Hampir 60 % tersedot untuk belanja pegawai.

“Belanja modal atau belanja publiknya berkisar hanya sekitar Rp560 Milyar saja, dengan total jumlah desa yang berjumlah ratusan desa atau sekitar 191 Desa mengakibatkan pembangunan yang dilakukan itu tidak akan begitu nampak karena luasnya wilayah. Bahkan Laporan pak Sekda, kita mengalami devisit sekitar Rp50 Milyar,” ujar pria yang memiliki latar belakang sebagai seorang mantan birokrat di Dirjen Pendidikan Pusat ini saat diwawancarai wartawan media ini di Kota Mataram, Kamis 27 September 2018.

Aspek pendapatan asli daerah (PAD) yang sangat minim juga belum mampu menopang naiknya APBD Kabupaten Bima. Masih belum ada sektor-sektor PAD yang bisa menjadi income baru bagi Pemkab Bima. Pemkab Bima masih mengandalkan PAD dari sektor-sektor yang umum seperti IMB dan sektor PAD pengelolaan Sarang Burung Walet. “Itu pun tidak maksimal,” ujarnya.

Sehingga menurutnya, dalam penyelenggaraan pemerintahan Dinda-Dahlan selama lima tahun ini, wujud mimpi-mimpi untuk menghadirkan visi-misi Bima Ramah itu seperti  membangun infrastruktur, perumahan yang layak, pendidikan yang baik, kesehatan yang prima, mudah mencari penghidupan, akan dilakukan secara bertahap dengan melihat potensi anggaran yang ada.

Dengan potensi anggara yang ada saat sekarang ini, Pemkab Bima menurutnya mengorientasikan sejumlah anggaran pembangunannya pada aspek pembangunan infrastruktur kantor pemerintahan di ibukota Kabupaten Bima Kecamatan Woha. “Merampungkan pembangunan kantor Bupati Bima. Infrastruktur didalam kantor itu masih belum bagus masih butuh pembenahan-pembenahan dan kebutuhan anggaran untuk itu masih banyak,” cetusnya.

Selain mengorientasikan anggaran untuk pembenahan infrastruktur pembangunan kantor Bupati, pembenahan infrastruktur seperti jembatan yang rusak karena bencana juga masih menjadi prioritas pihaknya. “Seperti jembatan yang ada di Soromandi, Jembatan Waro, serta infrastruktur lainnya,” timpal Wabup lagi.

Pemerintahan Dinda-Dahlan juga menurut Wabup Dahlan, akan mengorientasikan anggaran 2019 nanti untuk pembangunan Masjid Agung Kabupaten Bima yang juga akan berfungsi menjadi Islamic Centernya Kabupaten Bima dan akan dibangun tepat didepan Kantor Bupati Bima di Kecamatan Woha dengan luas areal sekitar 3 hektar. “Insya Alloh tahun 2019 akan mulai dibangun. Kebutuhan anggarannya tentu akan sangat besar. Tapi sebelumnya kita akan membangun terlebih dahulu Masjid didalam kompleks kantor Bupati Bima yang bersumber dari anggaran APBD Perubahan, dengan rencana anggaran sekitar Rp2 Milyar,” pungkasnya. (GA. Imam*).





No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.