Header Ads

Utadz Ridwan Ungkap Dua Sifat Datangnya Kematian


        Saat kita menjalani aktivitas duniawi yang begitu padat, pernakah kita berfikir akan kematian?. Padahal kematian ini adalah suatu hal yang pasti akan terjadi tetapi sering kita lupakan. Dalam takziah singkatnya di Nggaro Te lingkungan Tolotongga Kelurahan Jatiwangi Asakota Kota Bima, Minggu malam (8/10) Ustadz        Ridwan, S.Pdi, sempat menjelaskan dua sifat kematian yang sering ditakuti manusia. Yang pertama, kata dia, Al-Ajlu, datang secara tiba-tiba dan cepat. Terkadang manusia lagi asyik duduk, mati. Sedang berjalan, tiba-tiba serangan jantung, mati. Ada juga mati karena kecelakaan akibat terlalu kencang membawa kendaraan, bahkan ada yang tidur tetapi pagi harinya mati.

          Kemudian sifat mati yang kedua adalah, Sirru (rahasia). Sifat mati yang ini, kata sia, tidak ada yang tahu kapan datangnya hatta Malaikat sekalipun. "Namun Allah SWT memberikan sakit sebagai tanda-tandanya," ungkapnya. Begitulah ketetapan Allah SWT yang tidak bisa dipungkiri dan dielakkan oleh manusia.

       Meski kematian hal yang menakutkan, namun Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda telah mengingatkan kita untuk memperbanyak mengingat penghancur kelezatan, yaitu: KEMATIAN’. Dia menegaskan bahwa, umur manusia sudah ditetapkan Allah SWT. Umur tidak ditambah, tidak dikurangi, karena ada takaran masing-masing. Ditetapkan umur di atas 50 tahun, 60 tahun, harus bersyukur. Tapi umur yang bermanfaat itu yang dicari. "Yakni umur yang disertai dengan amal yang baik. Namun ada juga dari kita, saking tuanya, masih juga maksiat. Sampai apa yang diucapkan tidak dimengerti. Tidak mau shalat, tidak mau ke masjid, penuh dengan kemastian, inilah orang yang paling celaka," ujarnya.

         Karena sifat mati yang datang mendadak. Minimal ada dua point yang harus diperhatikan. Yang pertama, katanya, sebelum datang mati yang sifatnya mendadak, jika ada hutang segera dibayar, karena urusan hutang bisa menghalangi amalan kita di akhirat. Kemudian, yang harus diperhatikan adalah jika sudah masuk waktu shalat, maka jangan tunda-tunda lagi. "Siapa tahu, saat kita menunda-nunda shalat, tiba-tiba dalam perjalanan misalnya, Allah SWT memanggil kita lewat Malaikat Izrail," tuturnya mengingatkan. "Maka disitulah Allah mengingatkan, jangan sekali kali mati kecuali dalam kondisi Islam," tambah Ustadz Ridwan. (GA. Jack*)

         

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.