Header Ads

Siswa dan Guru Model Poster Kampanye Membaca Sebagai Bentuk Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SDN 39 Kota Bima


Foto: Sri Wahyuni


Salam Literasi.

          Tulisan ini diawali dengan kisah perjalanan tugas dinas saya, sebagai seorang kepala sekolah di SDN 39 Kota Bima. Tugas Dinas ini saya jalani sejak dilantiknya oleh Bapak Wali Kota Bima, HM.Qurais.H.Abidin, pada tanggal 24 Februari tahun 2014. Sejak saat itu, saya mendapat kesempatan secara penuh untuk bertanggungjawab memajukan pendidikan di Kota Bima khususnya pendididkan di SDN 39 Kota Bima.Tanggungjawab kepala sekolah terasa lebih besar dari pada tanggungjawab sebagai seorang guru. Alhamdulillah saat menjadi seorang guru, saya sudah memiliki pengalaman belajar, selalu berinovasi dan berkarya baik dengan siwa maupun dengan sesama guru. Pengalaman-pengalaman itu, kini menjadi ilmu besar untuk mengembangkan diri dalam membangun dunia pendidikan.



       Karena pengalaman itu, adalah guru terbaik bagi saya sehingga setelah menjadi kepala sekolah maka segala ide dan gagasan yang muncul dalam bentuk kreatifitas untuk kepentingan pendidikan dapat tersalurkan dengan bebas. Melihat potensi siswa dan guru dimiliki SDN 39 Kota Bima. Maka rasa optimisme untuk memajukan sekolah ini, tidak bisa dibendung lagi. Letak SDN 39 Kota Bima yang tidak jauh dari pusat kota tepatnya berada di ujung kelurahan Rabadompu Barat kecamatan Raba Kota Bima. Komposisi tata ruangnya sangat strategis. Tentu sangat seimbang dengan jumlah guru dan siswa. Memiliki ruang belajar yang memadai yang terdiri dari mushola, ruang aula, ruang UKS, kantin sekolah dan dilengkapi dengan ruangan perpustakaan yang diberi nama “Perpustakaan Telaga Ilmu”.

         Perpustakaan inilah yang menjadi sumber dari segala sumber buku. Merupakan wadah utama untuk kegiatan budaya membaca di sekolah ini. Halaman sekolah yang luas, kini sudah ditanami tanaman dengan tamannya yang tertata rapi. Penuh dengan pohon dan bunga berwarna-warni, sangat mendukung untuk dijadikan tamam baca. Karena disetiap taman dan pohon kami siapkan buku buku bacaan, koran dan majalah. Disetiap taman dan pohon kini bergelantungan puisi dan pantun hasil karya siswa dan guru. Kami kondisikan disetiap taman dan pohon adalah sudut baca sehingga sekolah kami identik dengan nama Taman Belajar SDN 39 Kota Bima. Simbol nama Taman belajar di depan nama SDN 39 Kota Bima selalu kami kampanyekan pada setiap kesempatan baik pada saat berpidato, seminar atau rapat bahkan kami selalu mencantumkan nama ini dalam setiap status sekolah kami di media sosial seperti facebook (FB).

          Pembiasaan sebutan nama Taman belajar di depan nama SDN 39 Kota Bima terkandung maksud untuk menanamkan pendidikan karakter agar sekolah kami memiliki karakter sebagai ciri khas sekolah kami. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan program resmi secara Nasional sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaian No 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Gerakan Literasi Sekolah ini menginspirasi saya untuk menulis pengalaman berliterasi yang selalu kami lakukan di Taman belajar SDN 39 Kota Bima. Praktek-praktek budaya membaca dan menulis yang kami lakukan adalah kegiatan literasi sederhana yang sudah terencana dan terprogram sebagai upaya mewujudkan komitmen bersama untuk memajukan pembiasaan membaca dan menulis di Taman belajar SDN 39 Kota Bima.

 

       Literasi adalah kegiatan yang lagi ditumbuhkembangkan akhir-akhir ini. Secara bahasa, literasi artinya keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca. Secara luas literasi merupakan kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Sehingga kemampuan pengetahuan keterampilan seseorang tergantung dari kemampuannya berliterasi, karena literasi adalah pembuktian hak setiap orang dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayatnya. Gerakan literasi sekolah di Taman belajar SDN 39 Kota Bima merupakan suatu usaha atau kegiatan partisipasi yang sudah terprogram dan terencana yang melibatkan warga sekolah seperti siswa, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, komite sekolah, orang tua/wali murid, akademis, penerbit, media masa, petugas kantin, masyarakat, polisi, yang dapat mempresentasikan keteladannya.

         Upaya-upaya yang sudah dilakukan sebagai bentuk Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di Taman belajar SDN 39 Kota Bima diantaranya adalah kegiatan menulis dan membaca puisi, menulis dan membalas pantun, menceritakan kembali isi buku atau sinopsis membuat cerita humor, mendongeng, bermain drama dan lain-lain yang dikemas dalam rangkaian kegiatan budaya baca yang dilakukan satu kali dalam seminggu. Kegiatan Budaya Baca tujuannya adalah membiasakan siswa untuk membaca dan menulis juga sebagai tempat untuk melatih keberanian pada siswa agar berani tampil di depan teman-temannya dengan memegang mikrofon dan menggunakannya sehingga mereka tidak lagi canggung ketika mereka menghadapi perlombaan-perlombaan yang dilakukan baik di tingkat sekolah maupun di tingkat yang lebih tinggi. Karena dengan terbiasa tampil di depan teman-temannya, maka ilmu mereka bertambah dan mereka lebih kuat dan tangguh. Hal ini terbukti dengan berbagai prestasi yang selama ini pernah diraih dari nihil piala menjadi puluhan piala. Ini adalah pembuktian bahwa literasi sederhana sudah lama dilakukan dalam berbagai kegiatan di Taman belajar SDN 39 Kota Bima.

          Selain itu, upaya yang sudah dilakukan sejak awal saya hadir di Taman Belajar SDN 39 Kota Bima adalah kebiasaan membuat poster atau baliho, dan sebagai modelnya adalah siswa,, guru, kepala sekolah, pengawas bahkan orang tua siswa. Dengan kemajuan Teknologi Digital, siswa, guru maupun kepala sekolah dapat melakukan kegiatan pemotretan disetiap kegiatan belajar, baik kegiatan ekstrakurikuler maupun kegiatan MBS, kebiasaan mendokumentasikan setiap moment khususnya kegiatan membaca adalah awal inspirasi lahirnya ide “ Siswa dan Guru menjadi model poster kampanye membaca” di Taman belajar SDN 39 Kota Bima.  Misalnya Foto kegiatan siswa yang sedang membaca di sudut baca kantin sekolah dibuatkan poster dengan tulisan “ membaca dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja” Atau: “Ingat-Ingat Kantin Makan juga dimanfaatkan sebagai tempat Baca.

          Banyak kata-kata motivasi membaca yang bisa kita tulis sebagai poster kampanye membaca. Kami sudah melakukan hal itu dan hasilnya disetiap ruang dan sudut sekolah Taman Belajar SDN 39 Kota Bima terpajang poster yang memperlihatkan jati diri dalam kegiatan nyata yang sudah dilakukan oleh warga sekolah yaitu siswa, guru, kepala sekolah. Orang tua siswa maupun masyarakat sekitar yang sudah masuk dalam bidikan kamera Gerakan Literasi Sekolah. Aksi siswa dan guru menjadi model poster kampanye membaca yang dipajang disetiap sudut sekolah ini mendapat apresiasi baik dari siswa, guru, kepala sekolah, pengawas maupun pemangku kependidikan yang sudah pernah hadir disetiap kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di Taman Belajar SDN 39 Kota Bima. Sekolah kami telah merintis dan menggagas siswa dan guru menjadi model poster kampanye membaca sebagai bentuk Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di Taman Belajar SDN 39 Kota Bima. Kini saatnya kita menjadi model untuk dunia pendidikan kita. Dengan harapan kita tidak lagi melihat poster wajah orang-orang asing dari negara lain yang sudah direkayasa menjadi model kampanye membaca di negeri kita Indonesia. Kini yang terlihat dan terpampang adalah wajah-wajah ceria siswa_siswi dan guru guru kita yang sedang membaca atau menulis dalam kegiatan Literasi Nyata.

           Manfaat yang dapat kami ambil dari kegiatan siswa dan guru menjadi model poster kampanye membaca di Taman belajar SDN 39 Kota Bima adalah. Siswa dan guru lebih tertarik untuk membaca. Kegiatan membaca lebih menyenangkan, Siswa dan guru belajar menjadi seorang model. Siswa dan guru belajar menjadi fotografer. Kegiatan membaca menjadi gaya hidup bahkan Prestasi siswa dan guru meningkat. Untuk melaksanakan kegiatan yang sudah diprogramkan, saya sebagai kepala sekolah terlebih dahulu membentuk Tim Literasi Sekolah (LTS). Tim Literasi Sekolah ini terdiri dari guru-guru dan orang tua siswa yang kompeten dalam menumbuhkembangkan Literasi di sekolah. Tim literasi Sekolah ditetapkan dengan Surat keputusan Kepala Sekolah.

     Kegiatan tetap yang sudah diprogramkan dalam gerakan literasi sekolah di SDN 39 kota Bima adalah. Pembiasaan membaca di rumah dengan tujuan dapat meningkatkan rasa cinta membaca di lingkungan keluarga. Melibatkan orang tua siswa dalam Tim literasi sekolah. Kegiatan 15 menit membaca setiap hari yang dilakukan pada awal pelajaran. Tujuannya adalah agar siswa dan guru gemar membaca dan membaca menjadi kebiasaan serta gaya hidup. Kegiatan membaca 15 menit dilakukan dengan menganut prinsip buku yang dibaca bukan buku teks pelajaran, diminati siswa dan tidak diikuti oleh tugas-tugas lain. Bisa dilakukan dengan pendekatan sambil bermain dan menyenangkan.Tidak dievaluasi dan tanpa tugas-tugas.

Mengembangkan sudut baca di sekolah.

     Sudut baca adalah perpustakaan mini yang disiapkan di sudut kelas maupun di sudut-sudut sekolah. Tim literasi sekolah atau guru kelas menyediakan buku-buku fiksi dan non fiksi untuk dibaca pada kegiatan 15 menit membaca setiap hari. Di setiap sudut baca kelas dihiasi dengan poster kampanye membaca dan bahan kaya teks lainnya. Sudut baca kelas dikelola oleh guru, orang tua dan siswa secara bergantian, buku-buku koleksi bacaan dirotasi secara bergilir dengan sudut baca kelas yang lain.

      Upaya lainnya adalah Tim Literasi Sekolah Taman Belajar SDN 39 Kota Bima telah menyediakan sudut baca sekolah dengan ciri khasnya yang sangat sederhana. Namun yang diutamakan adalah nyaman dan menyenangkan yaitu ada yang digelar dan dipajang di kebun sekolah. Buku-buku yang disiapkan adalah buku-buku mengenai tanaman, seperti buku tentang cara menanam cabe, cara menanam bawang, tanaman obat-obatan, sayur sayuran dan lain lain. Sudut baca juga kerap kali digelar di halaman sekolah, kantin sekolah, di bawah pohon, area tunggu orang tua, dan di antara taman-taman bunga, koleksi buku bacaan disimpan di meja atau di kereta dorong sehingga dapat dipindahkan dengan leluasa, suasana sekolahpun menjadi ramai dengan berbagai hiasan poster dan buku-buku bacaan, seperti pameran buku di sebuah Taman belajar yang indah.Mengembangkan kelas kaya literasi, jadi kelas kaya literasi tersebut adalah kelas yang di dalamnya terdapat sudut baca dan memiliki aksesoris seperti buletin dinding, label nama-nama benda, papan informasi, brosur, aneka bunga, daun kering, koran, pajangan karya-karya siswa atau portofolio siswa, ada alat tulis, alat pewarna, kelender, kardus, koran, dan lain-lain yang menunjang kenyamanan dan kelancaran kegiatan di sudut baca kelas sehingga kelas kaya literasi benar-benar kelas yang kaya akan hasil karya siswa dan guru.

     Perpustakaan Sekolah, kegiatan literasi tidak akan berjalan dengan baik jika sekolah tidak memiliki Perpustakaan, karena perpustakaan adalah sumber dari segala sumber buku. Buku-buku yang masuk di Taman Belajar SDN 39 Kota Bima terlebih dahulu di data dan diinventaris oleh petugas perpustakaan. Perpustakaan juga memiliki tim perpustakaan sekolah yang disusun dalam struktur organisasi perpustakaan yang terdiri dari penanggungjawab, ketua, sekretaris dan anggota. Tim tersebut akan bekerjasama menata dan menyusun buku-buku perpustakaan mulai dari penerimaaan, pengiventarisan, pelabelan dan pengelompokkan buku, baik fiksi maupun nonfiksi sesuai dengan sistim klasifikasi buku, sehingga pengunjung perpustakaan dengan mudah mendapatkan buku yang diinginkan. Untuk menambah koleksi buku, kami menjalin kerja sama dengan berbagai elemen seperti dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Perpustakaan dan Arsip, Kepolisian, Dinas Kesehatan, Penerbit dan Penulis maupun dengan Alumni-alumni SDN 39 Kota Bima.

    Berkat kerjasama yang baik itu maka setiap tahun perpustakaan kami mendapat tambahan buku, baik buku fiksi maupun buku nonfiksi. Rincian jumlah koleksi buku fiksi sebanyak 5118 example dan buku nonfiksi sebanyak 1210 example dengan jumlah pengunjung rata-rata 70 orang setiap hari. Tabel prestasi pengaruh siswa dan guru menjadi model poster kampanye membaca sebagai bentuk implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Taman Belajar SDN 39 Kota Bima.

    Ditengah perjalanan tugas sebagai kepala Sekolah, saya juga memaparkan prestasi yang pernah diraihnya juga tingkat penyelenggara, di Tahun 2014 Juara I Lomba Cerita Rakyat Tingkat Kota Bima Kantor Perpustakaan Dan Arsip Kota Bima. Tahun 2014 Juara I Lomba Cerita Sains Bifi, Tahun 2014 Juara III Lomba Cerita Sains Bifi. Tahun 2015 Juara I Lomba MIPA Bifi, tahun 2015 Juara III Lomba Peragaaan Busana STKIP Bima. Tahun 2016 Juara I Lomba Cerita Rakyat Tingkat Kota Bima Kantor Perpustakaan Dan Arsip Kota Bima. Tahun 2016 Juara II Lomba Cerita Rakyat Tingkat NTB Kantor Perpustakaan Dan Arsip Prop NTB. Tahun 2016 Juara I Lomba Cerita dalam Bahasa Inggris Kemenag Kota Bima. Tahun 2016 Juara II Lomba Mengayam FS2N Tingkat Kota Bima Dikbud Kota Bima. Tahun 2016 Juara II Lomba Pidato FS2N Tingkat Kota Bima Dikbud Kota Bima. Tahun 2017 Juara I Lomba Hasta Karya Kwartir Cabang Bima. Tahun 2017 Juara II Lomba Pionerring Kwartir Cabang Bima, Tahun 2017 Juara III Lomba LKBBT Kwartir Cabang Bima, Tahun 2017 Juara II Lomba Baca Puisi FS2N Dikbud Kota Bima.

           Setiap kegiatan apabila diawali dengan niat, terencana dan terprogram dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan pasti akan membuahkan hasil gemilang seperti yang kita harapkan. Penumbuhan budaya membaca tidak akan berjalan tanpa adanya usaha dan upaya yang sungguh-sungguh. Salah satu upaya yang sudah kami lakukan adalah menjadikan siswa dan guru sebagai model poster kampanye membaca. Hasilnya adalah Taman Belajar SDN 39 Kota Bima syarat prestasi, penuh dengan sudut baca, kaya literasi, bagaikan pameran buku disebuah taman yang indah. Salam Literasi.
Penulis: Kepala SDN 39 Kota Bima.

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.