Header Ads

Para Korban Rumah Hanyut Saat Banjir Bandang Datangi Kantor Walikota


Kota Bima, Garda Asakota.-

         Puluhan korban banjir asal Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba Kota Bima Senin pagi (18/8) kembali mendatangi kantor Walikota Bima. Kedatangan mereka, menuntut pemerintah agar para korban banjir terutama yang rumahnya hanyut dapat diperhatikan dan diberikan ganti rugi sesuai yang dijanjikan. Pasalnya hingga hari ini mereka (korban banjir, red), masih hidup dibawah tenda atau terpal.

        Arif Rahman, salah satu Koordinator Aksi, menyampaikan bahwa musibah banjir tanggal 21-23 Desember 2016 lalu, puluhan korban banjir terutama yang rumahnya hanyut masih hidup dengan tenda-tenda darurat. Mereka sengaja mendatangi kantor Walikota Bima untuk meminta kejelasan Pemerintah terkait nasib yang dialami warganya. "Musibah ini telah berjalan hampir satu tahun, namum korban belum juga mendapatkan tempat tinggal yang layak," ungkapnya.
     
       Pihaknya menilai, pemerintah tak sedikitpun memiliki naluri baik membantu warganya yang saat ini hidup ibaratnya di kandang ayam. “Kami rasa pemerintah tak peduli apa yang dialami warganya, karena hingga hari ini mereka masih hidup berantakan alias tidak jelas," cetus Arif Rahman, seraya menyebutkan bahwa jika mengacu pada aturan dan undang-undang nomor 24 tahun 2017, tentang bencana, hal semacam itu, sudah menjadi kewajiban serta tanggung jawab pemerintah untuk menjamin warganya. "Apalagi warganya yang mengalami musibah banjir hingga rumahnya hanyut," tegasnya.

    Dia berharap kedatangan para korban banjir kali ini, mendapat penjelasan secara detail dari pemerintah kota bima yakni Walikota dan Wakil Walikota Bima yang saat ini sebagai bapaknya dalam pemerintahan itu. “Hal yang mustahil, bila kami meminta pendapat atau penjelasan dari ketua Rt atau disebut lainnya. Dan wajar bila kami mendatangi Pemerintah sebagai tempat kami mengadu terkait dengan persoalan yang dialami warganya saat ini,” ujarnya.

    Pantauan langsung Garda, setelah beberapa saat massa aksi melakukan aksi di depan kantor Walikota Bima, justeru tak satupun petinggi pemkot bima. Tak lama kemudian, massa aksi yang melakukan orasi secara bergantian itu, mencoba melakukan negosiasi dengan pihak aparat Kepolisian, supaya mereka dapat diterima oleh Walikota ataupun oleh Wakil Walikota. Namun kedua pucuk pimpinan daerah itu mungkin sedang sibuk hingga tak dapat menerima kehadiran massa aksi. Merasa jenuh lantaran tak ada satupun yang menerimanya, baik itu Walikota maupun Wakil Walikota. Massa aksi berusaha merangsek masuk di halaman kantor Walikota hingga berhasil menduduki kantor Walikota Bima. Bahkan saat itu, salah satu massa aksi sekaligus korban banjir yang rumahnya hanyut, terlihat pingsan hingga dibaringkan di teras depan kantor Walikota Bima. (GA.355*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.