Header Ads

Bentrok Laju vs Tolouwi, 5 Ranmor Dibakar, Satu Orang Warga Desa Laju Jatuh Korban

Foto: Kapolres Bima, AKBP. M. Eka Faturrahman, saat menjenguk korban Asikin di RSUD Bima.





Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

          Salah seorang warga Desa Laju Kecamatan Langgudu bernama Asikin alias Siki harus dirawat intensif di RSUD Bima akibat mendapatkan sejumlah luka parah akibat terkena senjata tajam sejumlah oknum warga di Desa Tolouwi Kecamatan Monta pada Senin (08/05). Selain korban bernama Asikin, ditemukan ada sekitar lima (5) unit sepeda motor yang diduga milik warga Desa Laju yang juga ikut dibakar dilapangan Desa Tolouwi.

          Menurut Kapolres Kabupaten Bima, AKBP. M. Eka Faturrahman, kronologis awal munculnya kejadian yakni Pada hari Senin, (08/05), sekitar pukul 15.00 wita bertempat di Pantai Wane Dusun Wane Desa Tolotangga Kecamatan Monta telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) Handphone milik Husnul khatimah (21 tahun) warga Desa Laju Kecamatan Langgudu.
Korban, menurut AKBP Eka,  bersama 6 orang temannya sedang melaksanakan wisata di pantai Wane Desa Tolotangga. “Pelaku Curas sebanyak 3 orang, 2 orang menggunakan cadar dan 1 org pelaku di kenal oleh korban yaitu bernama J, warga RT 09 Desa Tolouwi kecamatan Monta,” ungkap pria yang merupakan putra asli Bima ini kepada wartawan via selulernya, Selasa (09/05).

         Pukul 16.00 wita, lanjutnya, sekitar 50 orang warga Desa Laju kecamatan Langgundu dengan membawa senjata tajam (Sajam) dan senjata api (Senpi) Rakitan dan menggunakan 1 unit Truck, 1 unit mobil pic up carry dan 15 unit sepeda motor mendatangi Desa Tolouwi Kecamatan Monta untuk mencari pelaku Curas atas nama J. “Permintaan warga Desa Laju agar HP milik korban dapat dikembalikan oleh pelaku, setelah HP tersebut dikembalikan baru warga desa laju kembali ke desanya,” tutur Kapolres Eka lagi.

          Namun, karena terlalu lama menunggu, lanjutnya,  akhirnya warga Desa Laju mengamuk dengan menggunakan parang. Akibatnya, kata AKBP Eka, warga Desa Laju yang ngamuk tersebut dikepung dan diserang balik oleh warga Desa Tolouwi sehingga menimbulkan jatuh korban atas nama ASIKIN alias SIKI  warga Desa Laju Kecamatan Langgudu kabupaten Bima, mengalami luka akibat benda tajam dan 4 unit motor milik masyarakat laju dibakar oleh warga Desa Tolouwi Kecamatan Monta.

          Adapun 4 unit motor milik masyarakat Desa Laju yang diduga dibakar di lapangan Desa Tolouwi itu menurutnya adalah Honda CBR JUMBO 150, Nomor mesin (Nosin) K15E1, Nomor Rangka (Noka) MH1kc7112Fk042208, Vixion jumbo dengan Nosin 1PA652495, Noka MH31PA004EK651920, Vixion rancing dengan Nosin 3G1409438, dan Noka. MH33G1004AK408261, Mio GT dengan Nosin E3R2E0033976 dan NOKA. MH3SE8810FCJO82953.
 “Setelah dilakukan olah TKP ditemukan lagi 1 unit Sepeda motor jenis Yamaha Vixion yang sudah dalam kondisi terbakar di dalam anak sungai samping Lapangan desa Tolo Uwi jadi total jumlah kendaraan bermotor (Ranmor) yang dibakar berjumlah 5 unit,” beber AKBP Eka.

          Menurutnya, dugaan tindak penganiayaan berat itu terjadi di depan rumah milik saudara inisial Z di Rt. 08 Rw 03 Desa Tolouwi. Untuk saat ini, katanya,  korban atas nama Asikin alias Siki sudah di rujuk di RSUD kobi.
Pihaknya mengaku telah menurunkan 100 orang anggota Kepolisian untuk melakukan tindakan pengamanan di Desa Tolouwi dan telah melakukan tindakan koordinasi dengan pihak Pemkab Bima dan pihak Kecamatan dan Desa serta para tokoh masyarakat antara kedua desa dan kedua kecamatan tersebut. “Kami juga melakukan penyidikan terhadap kasus Curas, kasus Penganiayaan, kasus pengerusakan dan kasus provokasi penyerangan ke Desa Tolo Uwi.  Situasi sampai saat ini masih terkendali,” kata pria yang dikenal supel dan ramah ini. (GA. IAG*).

1 comment:

  1. ini merupakan perhatian kita semua terhadap saudara2 kita bima selatan terutama sekali jajaran kepolisian dan pemkab bima beserta jajarannya. coba kita sesekali bertamasya di pantai indah kita bersama yaitu pantai wane yang berlokasi di bima selatan supaya kita semua mengetahui kebenaran persoalan yang terjadi, mungkin ini saatnya kita berbuat untuk mengangkat keindahan bima selatan tercinta dimata dunia, namun sebelumnya mari kita basmi budaya premanisme dengan cara-cara positif

    ReplyDelete

elshandy creative. Powered by Blogger.