Header Ads

Calon Bupati Bima yang Dinilai Paling Berpengaruh

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan sehingga dia mampu mempengaruhi orang banyak untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
Di mata salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Sape Kabupaten Bima, H. Muhktar, menilai sedikitnya  ada lima nama Pemimpin yang bakal menjadi Calon Bupati Bima dan bersaing ketat dalam kancah Perhelatan Pilkada Periode 2015-2020.
Sejumlah nama itu, kata dia,  yaitu sosok Drs. H. Syafrudin HM. Nur, M.Pd, kemudian Drs. H. Zainul Arifin dan Ady Mahyudin, Mori Hanafi, SE, M. Com, serta Hj. Indah Dhamayanti Putri.
Diakuinya, dari sejumlah nama yang saat ini tengah menggadang-gadang Parpol pengusung dan pasangannya, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Kepada wartawan di kediamannya Desa Rasabou Kecamatan Sape,  H. Muhktar, lebih awal menilai keberadaan sosok, Drs. H. Syafruddin HM. Nur, M.Pd (Bupati Bima sekarang, red) yang diakuinya selama memimpin Kabupaten Bima sudah cukup baik, terutama berkaitan dengan perhatiannya di bidang pendidikan. “Kinerja H. Syafru cukup baik. Saya melihatnya sosok pemimpin yang betul-betul memperhatikan dunia Pendidikan terbukti sejumlah sekolah di Kabupaten Bima selama kepemimpinannya banyak mengalami perubahan baik dari segi fisik berupa sarana dan prasarana maupun dalam upaya peningkatan mutu pendidikan,” ungkapnya memberi penilaian.
Adanya rencana pembangunan sekolah model di Kecamatan Sape menurutnya adalah salah satu bukti konkrit dari perhatian H. Syafru di bidang pendidikan, termasuk aspek-aspek lain yang ditorehkannya di wilayah Kecamatan lainnya. Bukan hanya itu, H. Syafru juga dianggapnya sukses mewujudkan rencana Pemkab Bima yang ingin membangun fasilitas Pemerintahan di Kabupaten Bima.
“Itu semua merupakan langkah maju yang ditorehkan H. Syafru, bidang-bidang lain seperti bidang Infrastruktur, Kesehatan, Pertanian dan Kelautan, juga menjadi atensi.
Dan yang lebih membanggakan lagi, H. Syafru berhasil melanjutkan program alm H. Ferry Zulkarnain, ST, membangun kantor Bupati dan sejumlah SKPD,” akunya seraya mengakui bahwa sosok H. Syafru, sangat cepat dan mudah ditemui warganya.
“Bicara pelayanan, beliau cukup respon, meski intensitas turun ke masyarakat tidak segencar alm H. Ferry Zulkarnain,” cetusnya. 
Lantas bagaimana dengan sosok, Drs. H. Zainul Arifin (Bupati Bima periode 2005 -2010)?, H. Mukhtar juga menilai sosok pria yang kerap disapa Abuya ini sebagai pemimpin yang baik,  dan taat beragama.
“Kerap-kali saya melihat beliau menjadi iman dalam shalat berjamaah serta menjadi khatib. Saya masih ingat, banyak program- program beliau yang hingga hari ini masih dijalankan dengan baik, seperti Jum’at  Khusyu’, dan Program Membumikan Al-Quran, itu terinspirasi dari kebijakan Abuya,” tuturnya.
Berbicara kedekatannya dengan masyarakat? Abuya diakuinya hingga saat ini sangat dekat dengan masyarakat lebih-lebih dengan para Kepala Desa (Kades) maupun mantan Kades sebagai ujung tombak Pembangunan di Desa, termasuk oleh kalangan orang-orang tua. “Soal keikutsertaan Abuya yang kerap merwanai Pilkada itu wajar-wajar saja, pantas karena Abuya masih mempunyai massa fanatik sama halnya dengan tampilnya Hj. Indah Dhamayanti Putri, jadi mereka berdua ini figur yang sama-sama memiliki massa yang fanatik.
Saya dengar-dengar, seandainya, Abuya bisa berpaketan dengan dengan Dae Dinda (Hj. Indah Dhamayanti Putri), maka akan sulit ditandingi karena akan mempersatukan dua kekuatan besar yang selama ini berseteru politik. Saya melihat keduanya merupakan pasangan yang serasi dan cocok untuk memimpin Kabupaten Bima, namun hal ini kembali kepada keinginan kedua figur ini,” katanya.
Bukan hanya sosok H. Syafru maupun H. Zainul (Abuya) yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, H. Muhktar juga mengaku akan sosok Dae Dinda yang sudah populer. “Dinda sangat dikenal oleh masyarakat terutama kaum gender, karena selama dia mendampingi suaminya alm H. Ferry Zulkarnain, ST saat menjadi Bupati Bima secara otomatis dikenal, apalagi sejak awal Dinda dikenal dekat dengan masyarakat. Saya khawatir kalau Dinda ikut Calon Bupati Bima kemungkinan bisa menjadi rival kuat bagi kandidat lainnya, sama halnya dengan sosok Abuya dan H. Syafru, yang juga sama-sama menjadi figur kuat,” tuturnya.
Sedangkan untuk dua orang figur lainnya, Ady Mahyudin dan Mori Hanafi, SE, M. Com, H. Muhktar juga mengaku keduanya sama-sama sudah dikenal masyarakat. Di kalangan elit politik, dan masyarakat, Ady Mahyudin merupakan tokoh muda yang memiliki jaringan kuat di masyarakat, apalagi dia dikenal sebagai keluarga besarnya, HM. Qurais H. Abidin, Walikota Bima.
Begitupun dengan Mori Hanafi, sebagai tokoh muda potensial yang berhasil menduduki kursi DPRD Provinsi NTB, dan sekarang dipercayakan sebagai Wakil Ketua DPRD NTB. “Sama-sama potensial, tinggal sekarang bagaimana mereka semua bisa mengemas calon Wakilnya dengan baik,” tandasnya. (GA.  333*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.