Header Ads

Walikota Bima Apresiasi Panitia MTQ tingkat Kecamatan Asakota

Kota Bima, Garda Asakota.-
Biasanya kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) digelar di arena terbuka supaya aksi dan pertunjukan sejumlah peserta terlihat lebih memukau.
Namun kali ini sesuai kesepakatan bersama, kegiatan MTQ tingkat Kecamatan Asakota, menggelarnya  di aula kantor Camat. Bagi Walikota Bima, HM Qurais H Abdin, kebijakan pihak panitia dan kecamatan diapresiasinya. H. Qurais menyampaikan bahwa pemilihan tempat MTQ menunjukan bahwa seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan baik camat,
panitia dan masyarakatnya punya naluri yang cukup peka terhadap keadaan dan kondisi cuaca sekarang ini.
“Kalaupun nanti ada yang bilang macam-macam nggak usah didengar daripada MTQ di arena terbuka sudah panggung di buat bagus dan megah sampai menghabiskan dana banyak tiba-tiba hujan turun semuanya jadi hancur. Saya salut, apalagi panitia lebih memilih anggaran MTQ sebesar Rp100 juta diarahkan untuk hadiah dan honor dewan hakim. Saya rasa ide yang dilakukan panitia sangat cerdas, inilah manfaatnya aula,” ucapnya, saat menutup MTQ tingkat Kecamatan Asakota, Sabtu pagi (21/2).
Digelarnya kegiatan MTQ dalam Aula, sebutnya, bisa menghemat anggaran yang ada. Paling tidak, dengan penggunaan aula panitia tidak perlu membangun panggung dengan anggaran hingga Rp50 juta.
“Apalagi saat ini kegiatan MTQ tahun ini terus dihadapkan dengan cuaca hujan. Saya sepakat, karena selain mengirit anggaran kegiatan ini pula bisa terhindar dari hujan juga,” sebutnya. Penggunaan aula kantor, kata dia, sebagai bentuk pemanfaatan dari sarana dan prasarana yang ada serta memperkenalkan pada warga bahwa kantor camat memiliki fasilitas yang bisa digunakan kapan saja. “Ini ide yang luar biasa dari panitia, karena anggaran untuk membangun panggung lebih diutamakan pada peserta yang juara,” pujinya lagi.
Pada momentum tersebut, Walikota juga menyampaikan beberapa hal penting terkait dengan pembangunan yang terjadi di wilayah Kota Bima diantaranya tidak ada yang bisa membayangkan kalau sekarang Kota Bima  punya jalan dua arah, kawasan Amahami yang semakin asri, dan juga jalan Padolo yang tembus sampai kawasan Pelabuhan Bima serta banyak pembangunan lain yang sudah dan akan diselesaikan oleh Pemkot Bima. Dan khususnya di Kelurahan Kolo, kata dia, akan dibangun industri Perikanan dan pengaspalan jalannya yang akan sampai perbatasan Wera. “InsyaAllah akan selesai tahun ini. Makanya, saya mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk saling asah, asih dan asuh, hentikan silang sengketa tidak ada lagi bentrok antar kampung karena sekarang kalaupun ada perdamaian dari sebuah pertikaian massal proses hukum tetap berjalan,” tegasnya.
Camat Asakota, Drs. Is Fahmin, menam bahkan bahwa pihaknya terpaksa menggunakan aula kantor Camat lantaran pertimbangan kondisi cuaca Kota Bima yang masih diselimuti hujan. Dengan pertimbangan itu, kata dia, alokasi anggaran dukungan pelaksanaan MTQ sebesar Rp100 juta dari Pemkot Bima bisa dimanfaatkan untuk hadiah yang layak bagi peserta.
“Dengan hadiah itu bisa memotivasi peserta dan warga untuk terus belajar Al Quran,” akunya. Is Fahmin mengatakan, berdasarkan hasil penilaian dewan hakim, juara I Qori tingkat dewasa diraih oleh Jainudin, S. Pdi dari Kelurahan Jatibaru.
Sementara Qoriah terbaik tingkat dewasa diraih oleh Kahairunisyah Husni dari Kelurahan Melayu. “Sebagai Camat secara khusus saya menyampaikan terimakasih kepada semua unsur yang telah berpartisipasi hingga pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses, juga kepada para peserta utamanya kepada para guru Ngaji,” imbuhnya. (GA. Hendrawan*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.