Header Ads

Ustadz Ilyas, dengan Membludaknya Para Santri

Kota Bima, Garda Asakota.-
Di sela-sela kesibukannya menga¬jar di Ponpes Al-Husainy Kota Bima sebagai PNS dan Pembina Tahfidz Al-Quran, pria ini tetap menyisihkan wak¬tu¬nya untuk mengajar Tilawah maupun Tahfidz Al-Quran kepada puluhan santri yang memadati kedia¬mannya. Baginya, menjadi guru ngaji sudah menjadi panggilan tugas, apa¬lagi kapasitas dirinya saat ini sebagai Ketua PTQ Kecamatan Asakota Kota Bima.
“Tentunya harus punya tang¬gung-jawab untuk pengembangan Al-Quran, dan menjadikan anak-anak sebagai generasi Qurani,” ungkap Ustadz yang bernama lengkap Ilyas HM. Nur, S. Pd.I. Berdasarkan pengamatan langsung Gar¬da Asakota ketika beberapa kali melongok aktivitas Ketua Yayasan Pendidikan Al-Quran Nurul Sahid Bima ini, Utadz Ilyas baru merasa nyaman bila berada di tengah-tengah santrinya untuk mengajari Al-Quran. Riuh renyah suara bacaan Al-Quran terdengar di ruangan rumahnya, lingkungan BTN Tambana Kelurahan Jatiwangi Kota Bima. Suasana ini bisa kita amati ketika matahari mulai condong ke Barat (bakdah Ashar), hingga berakhir sekitar pukul 20.00 Wita malam. Di rumahnya yang cukup sederhana, hampir setiap hari terdengar lantu¬nan ayat suci Al-Quran. Anak-anak yang terbagi dalam beberapa kelompok baik perempuan maupun laki-laki itu duduk meling¬ kar dengan Al-Quran ma¬sing-masing di tangan, serius menyimak pelaja¬ran Tilawah maupun Tahfid Al-Quran dari ustadz murah senyum ini. Awalnya, jumlah mereka masih dihitung jari, namun lama kelamaan jumlahnya kian banyak. Tentu saja, karena jumlah santrinya yang kian hari bertambah banyak itulah, ruangan rumah yang hanya berukuran 5,5 x 5 meter itu, kelihatannya sudah tidak menampung lagi. Berkat ketekunan, ketelatenan, plus kesabaran dalam menghadapi anak-anak, membuat para orang-tua di sekitar ling¬kungan Tambana maupun dari lingkungan lainnya seperti Jatiwangi, Jatibaru, Melayu, Santi, Nae, dan sebagainya, mempercaya¬kan anak-anaknya untuk mempelajari Al-Quran di ‘tangan’ Ustadz Ilyas. Setiap hari kecuali hari Sabtu, Ustadz Ilyas, terlihat serius mengajari bacaan Al-Quran pada puluhan anak-anak. Dengan telaten dan teliti, ia betulkan bacaan-bacaan yang salah, begitulah rutinitas yang dilakoninya. Baginya, mengajar Al-Quran adalah profesi tetapnya selain mengabdikan diri sebagai PNS. Sepulang mengajar di Ponpes Al-Husainy, usai waktu Ashar ia-pun mulai melayani anak-anak, mengajar ngaji di rumahnya. Namun karena kian banyaknya anak-anak yang berminat, dirinya bersama isteri tercinta, St. Raodah, bersama rekan-rekannya, harus mencarikan tempat pengajian yang layak, agar anak-anak bisa lebih leluasa. “Dan Al-Hamdulillah berkat dukungan beberapa sahabat, saat ini kami tengah merintis pembangunan Pondok Tahfid Nurul Jihad tidak jauh dari kediaman rumah kami lingkungan Tambana,” ungkap pria kelahiran tahun 1968 ini. Tentu saja, tugas mulia Ustadz Ilyas, selaras dengan program Kementerian Agama RI dan program Pemkot Bima, yang meluncurkan program Magrib Mengaji dan Membumikan Al-Quran sebagai salah satu terobosan untuk memperbaiki akhlak umat terutama bagi kalangan anak-anak, dan gene¬rasi muda. Dengan kegiatan yang digelu¬tinya diharapkan generasi muda sejak dini betul-betul memahami ajaran agamanya dan membiasakan diri untuk memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang positif terutama mengaji atau pengajian selepas magrib, ataupun di waktu yang dijadwalkan seperti pola pembinaan Ustadz Ilyas. “Kegiatan ini diharapkan bisa mengan¬ tisipasi kenakalan remaja yang belakangan ini meresahkan kita. Inilah yang dapat kami lakukan untuk menyelamatkan generasi kita, sekaligus mendukung program Pemkot Bima yakni Membumikan Al-Quran dan program Magrib Mengaji,” tandas Ustadz Ilyas. (liputan khusus Muzakkir NS*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.