Header Ads

Polres Bima Dalami Laporan Mahasiswa STAIS

Woha, Garda Asakota.-
Menindak-lanjuti aksi demonstrasi sejumlah mahasiswa STAIS Abdul Kahir Bima, jajaran Polres Bima melalui Bagian Reskrim mengaku sudah me¬meriksa 12 saksi dari sejumlah maha¬siswa STAIS, guna mendalami kebera¬daan kampus tersebut yang diduga belum mengantongi ijin.
Kasat Reskrim Polres Bima, AKP. I. MD Wiranata SIK, berjanji, bila pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan data-data terkait dengan dugaan status STAIS yang diragukan mahasiswa, rampung, maka pihaknya dalam waktu dekat akan memeriksa beberapa orang pengelola STAIS. “Itu nanti setelah setelah pengambilan keterangan dari saksi-saksi, rampung,” katanya di Polres Bima, Sabtu (28/5).
Diakuinya, sebelum memeriksa pengelola kampus pihaknya terlebih dahulu akan memeriksa dosen-dosen¬nya. “Paling-paling yang duluan kami periksa dari dosennya. Dan itupun data¬nya harus jelas, tapi Insya’Allah dalam waktu dekat dosen-dosennya akan kami layangkan panggilan untuk pelengkap
data maupun berkas yang kami pegang,” tegasnya. Kasat Reskrim mengaku, untuk sementara keterangan ke-12 sak¬si itu belum bisa menyimpulkan bahwa kampus STAIS itu illegal. “Bisa ilegal dan bisa legal. Makanya, kami inginkan data-data yang dipegang oleh maha¬siswa tersebut diserahkan kepada kami agar kami bisa menyelidiki dengan baik dan bisa men¬dapatkan kebena-rannya,” katanya. Sebenarnya, kata dia, persoa¬lan STAIS diketahuinya setelah para mahasiwa bersurat pada tahun 2010 lalu dengan dugaan kampus illegal. “Tapi selama ini, beberapa anggota BEM yang kami minta hadir untuk membe¬rikan keterangna, selalu ada alasan kesibukan hingga proses penyelidikan kasus ini tersendat-sendat,” cetusnya.
Untuk itu diharapkannya kepada beberapa anggota BEM STAIS atau mahasiswa lain yang memiliki data yang jelas, agar memberikan keterangan kepada pihaknya. “Supaya polisi bisa menyelidika dengan jelas status kampus STAIS Bima,” harapnya.
Seperti dilansirkan Garda Asakota sebelumnya, puluhan mahasiswa mendatangi kampus STAIS Abdul Kahir Bima. Mereka mendesak agar pihak kepolisian Kabupaten Bima lebih serius mengusut tuntas persoalan STAIS Bima, karena kampus tersebut diduga illegal. Para mahasiswa juga menuntut agar pengelola STAIS secepatnya dimintai keterangan karena diduga telah menelantarkan ribuan mahasiswanya. (GA. 234*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.