-->

Notification

×

Iklan

Lima Wakil Rakyat di Dapil Asakota Berkolaborasi Hadirkan Program Pembangunan

Friday, March 10, 2023 | Friday, March 10, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-03-10T07:49:23Z

 

Kegiatan reses lima anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota di Kelurahan Jatibaru Barat, Jumat pagi (10/3/2023).



Kota Bima, Garda Asakota.-



Ada banyak program yang angkanya lumayan besar akan masuk dan direalisasikan tahun ini di wilayah Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota, bahkan diakui angkanya cukup tinggi.


"Hanya dari satu OPD saja angkanya mencapai Rp4 miliar lebih di Dinas PUPR, belum di OPD lain," ungkap Anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota, Sukri Dahlan, S.Sos, saat menghadiri reses Masa Sidang II tahun 2023 DPRD Kota Bima Dapil III, di Kelurahan Jatibaru Barat, Jumat pagi (10/3/2023).


Sukri yang hadir bersama rekan anggota dewan lainnya dari Dapil Asakota seperti Hj. Rini Anggriani, SE, Hj. Gina Indriati, dan Syamsuddin, menjelaskan bahwa angka sebesar itu jelas tak akan bisa hadir jika bukan lahir dari pokir (pokok pikiran) pihaknya berlima sebagai wakil rakyat yang ada di Asakota.


"Inilah bentuk kolaborasi dan perjuangan kami sebagai wakil rakyat melalui Pokir kami yang masuk di tahun 2023 di Kelurahan Jatibaru Barat," katanya.


Sukri pun menyebut beberapa pokir dewan yang akan segera direalisasikan diantaranya pembangunan talud lingkungan Sapaga, rehabilitasi jaringan irigasi lingkungan Lela, pembangunan tanki septik individual perkotaan, normalisasi drainase Rt.04, pembangunan jembatan Jatibaru dan pembangunan jalan menuju lapangan tembak.


Adapun usulan warga yang belum terealisasi, diakuinya, hanya tertunda saja karena setiap aspirasi masyarakat akan menjadi atensi pihaknya seperti usulan jalan tembus dari lingkungan Lela hingga Salewi, sudah masuk sejak 2021, namun masalah lahan jadi kendala hingga sekarang.


"Jadi, kami tidak pernah tinggal diam ketika turun reses menjaring aspirasi masyarakat, tetap jadi atensi agar dapat di akomodir walau tidak semua asmara tersebut gol mengingat keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala lantaran eksekutor penentu anggarannya adalah eksekutif," tambah anggota Dewan lainnya, Syamsuddin.


Terakhir tentunya keterbatasan anggaran daerah juga menjadi hal yang harus dipahami juga karena kue APBD tersebut harus dibagi dengan 40 kelurahan lainnya di Kota Bima.


Pantauan langsung wartawan, kegiatan reses di Jatibaru Barat Jumat dihadiri kelima anggota dewan dapil Asakota. Menariknya, dalam moment ini kelima wakil rakyat itu  ditantang warganya terkait program apa saja selama pemerintahan Lutfi-Feri (Lutfer) ini yang berhasil masuk di wilayah Jatibaru Barat.


"Reses semacam ini hanya seremonial belaka karena pantauan kami di wilayah Jatibaru Raya, lebih lebih di Jatibaru Barat ini tidak ada kami melihat pembangunan yang benar benar mencolok," sentil seorang warga, M. Yamin.


Senada juga disampaikan oleh Ketua Rt.12, Muslimin. Kegiatan reses dewan dinilainya hanya momentum untuk berwacana dan berandai andai saja, nihil action sehingga masyarakat malas hadir.


"Kendati tak di pungkiri ada program yang masuk, tapi tak urgensi sifatnya untuk kepentingan masyarakat. Seperti penanganan drainase di lingkungan kami yang sering kali disuarakan, tapi tak pernah terealisasi," sesalnya.


Sementara itu Ketua Rw.03, Bambang Jengky, lagi lagi meminta solusi penanganan pemindahan batu besar (rengge, red) dimana keberadaannya di lereng bukit dekat pemukiman saat ini mengancam keselamatan warganya di lingkungan Lewi Rt. 08.


Pihaknya mengaku sudah kerap kali menyampaikan masalah ini, bahkan mungkin sudah hampir lima tahun diperjuangkan, tapi tidak terealisasi hingga sekarang. 


Padahal hingga kini, warganya hidup bertaruh nyawa bila sewaktu waktu bebatuan besar itu ambrol dari atas tebing. 


"Sudah banyak OPD yang kami datangi tapi mereka hanya datang, lihat pulang, datang lihat pulang. Itu saja, apa sih susahnya datangkan alat berat pemecah batu besar itu," ungkapnya.


Menjawab hal ini, Sukri Dahlan menambahkan bahwa soal batu besar itu pihaknya sudah koordinasikan dengan komisi terkait karena memang untuk mengatasi masalah itu butuh action segera karena menyangkut keselamatan warga.


"In shaa Allah, kami tidak pernah diam merespon aspirasi warga, karena setiap catatan kami jaring aspirasi masyarakat kerap kami laporkan dan jadi atensi," respon duta Partai Demokrat ini. (GA. 003*)

×
Berita Terbaru Update