-->

Notification

×

Iklan

Prof Siti Nur Azizah Ma'ruf Amin Lantik Jajaran Pengurus Persami NTB, Ini Pesannya

Friday, December 16, 2022 | Friday, December 16, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-15T23:34:48Z

 

Pelantikan jajaran pengurus DPD Persami NTB di Mataram, Kamis (15/12) kemarin. 




Mataram, Garda Asakota.-


Provinsi NTB dinilai sangat potensial memperkuat Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia lantaran sumberdaya industri tenun dari hulu ke hilir sedang menggeliat. Terlebih tenun di NTB memiliki akar kultur yang sudah kuat di masyarakat, sehingga pengembangannya menjadi semakin mudah.


Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia (Persami) Prof. Dr. Hj. Siti Nur Azizah Ma'ruf Amin saat melantik jajaran pengurus DPD Persami NTB di Mataram, Kamis (15/12) kemarin. 


Putri Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin ini mengatakan, Persami memiliki beberapa program yang sedang dijalankan, salah satunya program "Seratus" atau Serat untuk Sejahtera. Melalui program ini dilakukan penguatan industri halal di sektor fashion, terutama penguatan di sektor hulunnya.


"Hal itu menjadikan kita melirik NTB sebagai satu provinsi yang sangat potensial untuk memperkuat bagaimana Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia," ujar Siti Nurazizah Ma'ruf Amin .


Siti Nurazizah menilai, Provinsi NTB mempunyai potensi pengembangan industri fesyen muslim yang sangat besar. Ditambah lagi dengan adanya ekosistem halal yang cukup baik di sejumlah sektor seperti perbankan dan pariwisata.  


"Karena di sini keuangan syariah juga sudah cukup lengkap, karena hampir semua menggunakan prinsip syariah di dalam kegiatan ekonomi, sehingga itu sebuah modal untuk mengembangkan Islamic Fashion di NTB dan saya berharap NTB jadi pusat fashion nasional. Saya kira itu sangat memungkinkan sekali untuk menjadi NTB sebagai pusat feysen," tambahnya.

 

Ia menilai, produk tenun di Provinsi NTB sangat bervariasi, baik produksi tenun Lombok, Sumbawa maupun Bima dan Dompu atau yang lebih dikenal dengan tenun "Sasambo" yang mewakili eksistensi tiga etnis terbesar di daerah ini.


"Tentu Persami siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam mewujudkan cita-cita pemerintah  dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia, pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, serta menjadi produsen halal dunia," ujarya.


Di dalam kegiatan pelantikan Persami NTB  ini digelar juga Bazaar mini dan kegiatan fashion show dengan menghadirkan salah satu desainer nasional yang konsen terhadap tenun NTB. Ia mendukung Persami untuk pengembangan produk tenun agar semakin berkualitas dan mampu bersaing di pasar global.


Di pelantikan Persama ini juga sekaligus dilakukan soft launching Program Hadija atau "Halal di Jaringan Digital" atau halal market untuk para pengusaha muslimah agar mampu mengambil momentum dalam perkembangan digital yang semakin masif ini.


Prof Siti Nur Azizah juga menilai, Provinsi NTB menjadi daerah yang sangat aktif dan responsif dalam pengembangan ekonomi syariah. Salah satunya dengan konversi BPD NTB menjadi Bank NTB Syariah. Ditambah lagi dengan pariwisata NTB yang sudah berkembang pesat pasca-hadirnya KEK Mandalika.  


"Kita melihat wisata halal cukup berkembang apalagi sejak ada Mandalika, saya pikir ini jadi magnet tersendiri untuk mengembangkan halal tourism tau muslim friendly. Tentu ini jadi daya tarik sendiri," ujarnya.


Persami Kenalkan Enam Program Utama


Secara umum, Persami mengembangkan enam program besar yang akronimnya adalah "Hadija, Fatima, Rindu Seratus Pahala Sedunia".  Program 'Hadija' atau Halal di Jalan Digital merupakan gagasan tentang matketplace halal untuk produk-produk UMKM di Indonesia. Pada momentum pelantikan pengurus Persami NTB, dilakukan soft launching "Hadija Halal Market" yang diharapkan bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak di NTB.


Sementara Program 'Fatima' adalah Program Festival Produktifitas Rumah Tangga. Dimana Persami akan memberikan penguatan terhadap para pelaku usaha kecil berbasis rumah tangga. Sedangkan program 'Rindu' atau Rumah Inovasi Produk Halal adalah program Think Tank yang berisi para pakar yang akan meningkatkan kualitas produk UMKM dan membut inovasi-inovasi baru dari produk-produk UMKM.


Program 'Seratus' atau program Serat untuk Sejahtera merupakan penguatan di sektor agro industri halal berbasis serat alam. Sedangkan 'Pahala' adalah program Pangan Halal berbahan lokal yang sejalan dengan Pemprov NTB.


"Sedangkan 'Sedunia' atau Sinergi Networking Dunia, kami membangun jejaring melalui kerjasama Internasional yang bisa mendorong produk halal Indonesia mendunia" ujarnya.


Untuk kepengurusan DPD Persami di NTB, Ketua dijabat oleh Endah Yuli Astuti dan Sekretaris Dra. Hj. Nina Minarsih. Ketua Dewan Pembina Persami NTB adalah Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bersama Dr. TGH Hazmi Hamzar di dalamnya.(**)

×
Berita Terbaru Update