-->

Notification

×

Iklan

LMND Minta KPK Segera Tangkap Koruptor Kasus Proyek Rehab Rekon Senilai Rp166 M

Tuesday, November 8, 2022 | Tuesday, November 08, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-08T03:31:40Z

 

Massa LMND saat menggelar aksi di depan kantor Walikota Bima.



Kota Bima, Garda Asakota.- 



Puluhan aktivis yang tergabung dalam wadah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Bima menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemkot Bima, Selasa (8/11). 


Isu utama yang disorot adalah terkait kasus dugaan korupsi pelaksanaan proyek rehab rekon (RR) sebesar Rp166 miliar tahun 2019 yang saat ini sedang diproses KPK RI. 


Dalam orasinya, mahasiswa menegaskan bahwa korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak boleh dibiarkan. Korupsi telah membuat rakyat menderita. 


"Ratusan miliar anggaran rehab rekon di Kota Bima diduga telah dikorupsi dan sekarang menjadi atensi serius KPK," ungkap Emon, Korlap Aksi. 


Sebagai mahasiswa selaku agen of control, maka meminta kepada Lembaga Anti Rasuah tersebut untuk memproses serius kasus korupsi tersebut. Bila perlu segera menangkap para koruptornya. 


"Segera tangkap dan adili koruptor yang sengsarakan rakyat itu," pinta Emon dalam aksi yang berujung ricuh tersebut. 


Selain itu, massa LMND juga menyorot  soal menjamurnya Ritel Modern di Kota Bima. Menurut mereka, keberadaanya telah menyengsarakan para pelaku usaha kecil menengah di daerah.


"Jumlahnya terlalu banyak, kami meminta agar pemerintah mengevaluasi keberadaan Ritel Modern tersebut," sorot Ketua LMND Kota Bima Teddy. 


Hingga berita ini ditulis, mass LMND masih terus menyuarakan tuntutan di depan Kantor Pemkota Bima. Massa meminta agar Wali Kota Bima segera turun untuk menemui para demonstran untuk menyampaikan penjelasan terhadap tuntutan mereka. 


Sementara itu, aparat kepolisian dan Pol PP terus melakukan penjagaan aksi demonstran. Beberapa perwakilan polisi mengupayakan berkomunikasi dengan pejabat setempat, untuk bisa menemui demonstran.


Pantauan langsung wartawan, aksi ini sempat diwarnai kericuhan. Kericuhan bermula saat mahasiswa terus meminta agar Walikota Bima atau pejabat yang mewakili hadir dan menemui massa aksi. Namun keinginan tersebut belum ditanggapi.


Kemudian mahasiswa terus berupaya untuk merangsek masuk. Merobohkan gerbang masuk kantor dan berhadapan dengan aparat kepolisian dan Pol PP. Kericuhan pun tak bisa dihindari.


Tidak berhenti di situ, saat suasana kembali aman. Massa aksi kembali menggelar orasi dan membakar ban bekas di depan gerbang kantor setempat. Suasana tegang pun kembali muncul, karena belum terlihat perwakilan pejabat yang hadir menemui mahasiswa.


Sesaat kemudian, hadir Asisten I Setda Kota Bima H Gawis menemui massa aksi. Sebab, Wali Kota Bima dan Sekda sedang berada di luar daerah.


Namun kehadiran H Gawis yang ingin menyampaikan jawaban terhadap tuntutan mahasiswa, ditolak oleh oleh massa aksi. Mereka meminta, jika tidak ada Walikota Bima, maka Sekda yang harus menemui mereka. (GA. 212/335*)

×
Berita Terbaru Update