-->

Notification

×

Iklan

Helat Silaturrahim, Mabes Polri Bertemu 100 Da'i dan Khatib di Kabupaten Bima

Friday, July 22, 2022 | Friday, July 22, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-07-22T03:25:42Z

 

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE bersama Direktur Pencegahan Mabes Polri  melalui Kanit 1 Subdit Kontra Ideologi AKBP Muhammad Dofir, S.Ag, S.H., M.H.



Kabupaten Bima, Garda Asakota.-



Untuk mendorong peningkatan peran para Dai dan khatib bagi upaya penguatan Islam Wasathiyah (moderat), Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) melalui Direktur Pencegahan Radikalisme Densus 88 bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bima dan Kementerian Agama menggelar Silaturahmi Dai dan Khatib dalam rangka penguatan Islam Wasathiyah untuk Indonesia Damai Kamis (21/7) di Aula Kementerian Agama Kabupaten Bima.



Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE saat membuka silaturrahim yang diikuti 100 orang Dai dan Khatib se-kabupaten Bima mengungkapkan peran penting seluruh organisasi Islam di kabupaten dalam mendukung program pemerintah daerah. 


"Dukungan Instansi keagamaan dan organisasi Islam khususnya Kemenag dan MUI kabupaten Bima yang turun berdakwah dan memberikan pemahaman ajaran Islam hingga ke pelosok desa dan dusun banyak membantu  menyebarluaskan Syiar Islam yang selaras dengan Visi Religius," ungkap Bupati. 




Ia menegaskan bahwa Pemerintah kabupaten Bima secara konsisten upaya peningkatan kapasitas para juru dakwah karena selaras dengan upaya mewujudkan visi  Bima RAMAH secara berkelanjutan.


Sebelumnya, Direktur Pencegahan Mabes Polri  melalui Kanit 1 Subdit Kontra Ideologi AKBP Muhammad Dofir, S.Ag, S.H., M.H.,  mengatakan kegiatan ini ditujukan agar para peserta yang merupakan perwakilan dari organisasi Islam dapat menumbuhkan Islam yang cinta damai dan cinta tanah air. 


Suara Khatib dan Dai berperan penting dalam memberikan kesejukan pada umat, disertai kelembutan hati untuk masyarakat dalam berdakwah," ujar AKBP Dofir. 


Menutup sambutannya AKBP Dofir mengungkapkan bahwa para da'i memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam membangun kehidupan dan ruang toleransi melalui penyampaian pesan Kedamaian yang bisa diterima semua pihak dan keteladanan bagi umat. 


"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dapat bekerja sama mencegah paham intoleransi dan radikalisme," imbuhnya. 


Silaturahmi tersebut juga dihadiri Ketua DPW Muhammadiyah NTB DR.TGH Falahuddin.,M.Ag, Ketua PWNU NTB DR.Muhammad Saleh, MA, Kepala Kemenag Kabupaten Bima H. Ahmad Munir dan  Ketua MUI Kabupaten Bima TGH. Abdurrahim Haris.


Narasumber yang tampil pada sesi diskusi yaitu DR. Muhammad Saleh, MA (Wakil Ketua PWNU NTB dan Dekan Fakultas Dakwah dan IIlmu Komunikasi UIN Mataram) menyampaikan tujuan wasathiyah adalah untuk menjaga dan memelihara esensi keislaman yang sesungguhnya.


DR. TGH Falahuddin, M.AG (Ketua DPW Muhammadiyah NTB) yang menekankan pentingnya peran dai dan khatib. Di masjid, khatib merupakan agen yang bisa membawa perdamaian.


Sementara Ketua MUI Kabupaten Bima TGH. Abdurrahim Haris MA, mengajak para khatib ke depannya harus memberikan pencerahan kepada umat,  bisa hadir di tengah umat untuk menjaga kedamaian di lingkungan masyarakat. (GA. 212*)

×
Berita Terbaru Update