Demo Bernada Sarkastis Terhadap Gubernur Menuai Kecaman, Sambirang: Pelakunya Pantas Dituntut

 

Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor Gubernur NTB pada Selasa 14 Juni 2022.



Mataram, Garda Asakota.-


Kata-kata sarkatis yang bernada penghinaan terhadap Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, yang dilontarkan oleh salah seorang aktivis saat menggelar orasi di depan Kantor Gubernur NTB, pada Selasa 14 Juni 2022, kemarin menuai kecaman dari sejumlah kalangan.


Mirisnya potongan video orasi yang bernada sarkastis dan berisi penghinaan terhadap orang nomor satu di NTB tersebut beredar luas di ruang-ruang media sosial.


"Patut kami sesalkan dan sayangkan atas adanya orasi yang bernada sarkastis tersebut. Menurut kami, isi orasi itu sangat tidak patut dan tidak bermartabat. Bukan hanya bertentangan dengan local wisdom, tapi juga sangat menciderai etika berdemokrasi. Sepantasnya para pelakunya dituntut secara hukum karena sudah mengandung ujaran kebencian," kata Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Provinsi NTB, Sambirang Ahmadi, kepada wartawan, Selasa 14 Juni 2022.


Menurutnya, kebebasan berpendapat yang diwujudkan dalam bentuk aksi demonstrasi atau aksi unjuk rasa merupakan hak setiap orang dan dijamin oleh Undang-undang.


"Akan tetapi hak tersebut juga dibatasi oleh kewajiban untuk melindungi harkat dan martabat setiap orang. Ketika melakukan unjukrasa, sepatutnya menggunakan narasi-narasi yang tidak mengandung ujaran kebencian dan menyerang personal. Kalau kebijakan dikritisi atau diserang, sama sekali tidak ada masalah. Itu bagian dari demokrasi. Tetapi kalau personal yang diserang dengan ujaran-ujaran penuh kebencian dan sarkastis maka itu tidak patut dan tidak bermartabat dan hal itu sudah sepantasnya untuk dituntut," sorot Sambirang Ahmadi.


Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Nusa Tenggara (Badko HMI Nusra), Rahmad. Pihaknya mendesak Kapolda NTB agar segera mengusut oknum pelaku orator yang berbau hujatan, bernada kebencian dan hinaan terhadap Gubernur NTB.


"Kami minta kepada Kapolda NTB agar segera turun tangan mengusut oknum orator yang menghujat dan menghina Gubernur NTB dengan kata-kata kasar dan sarat dengan kebencian. Demonstrasi itu adalah hal yang wajar, tapi harus menggunakan bahasa-bahasa yang baik dan benar bukan seenaknya menggunakan bahasa binatang dan menyerang martabat seseorang secara personal," kecam Rahmad.


Tidak hanya Badko HMI Nusra yang gerah dengan orasi bernada sarkarstis dan menghina Gubernur NTB, Pemuda NWDI Kota Mataram, Budi Satria, juga ikut gerah dengan nada orasi yang menghina orang nomor satu NTB ini.


"Kami kecam keras orasi yang menghina Gubernur tersebut, kata-kata yang dilontarkan sangat tidak pantas, bahkan menyebut nama binatang kepada orang nomor satu di NTB. Sangat penting juga untuk menyertai aksi tersebut dengan adab dan etika, jangan karena tidak adanya adab dan etika, malah menghilangkan makna dan pesan aksi yang ingin disampaikan," kecam Budi Satria. (GA. Im*)

1 Comments

Post a Comment

Previous Post Next Post