-->

Notification

×

Iklan

Ratusan Mahasiswa Kembali Gelar Aksi, Isvie: Tuntutannya Sudah Kami Sampaikan ke Presiden

Wednesday, April 13, 2022 | Wednesday, April 13, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-04-13T06:09:16Z
Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda, SH.,MH., saat berada ditengah-tengah massa aksi, Selasa 12 April 2022.




Mataram, Garda Asakota.-


Ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di NTB, kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi NTB, pada Selasa 12 April 2022, menuntut Pemerintah agar dapat segera menstabilkan harga bahan pokok seperti minyak goreng, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), serta kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) sebesar 11 %. 


Massa aksi yang turun kali ini adalah massa aksi yang merupakan gabungan dari Organisasi Kepemudaan Cipayung Plus Provinsi NTB, seperti PMKRI, GMKI, IMM, KAMMI, GMNI dan KMHDI. Mereka pun secara bergantian menyampaikan orasinya terkait dengan beberapa isu tuntutan yang mereka usung.


Salah satunya adalah Ketua DPD IMM NTB, Muhammad Anhar, yang menyampaikan orasi terkait dengan tingginya kesulitan ekonomi masyarakat akibat terpapar oleh adanya Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir sekitar dua (2) tahun. Kesulitan ekonomi dan kesengsaraan masyarakat kembali berlanjut dengan adanya kebijakan Pemerintah yang menaikan harga bahan pokok seperti minyak goreng, BBM, dan kenaikan PPn sebesar 11%.


"Rakyat yang sudah susah semakin sengsara akibat kebijakan ini," ujar Muhammad Anhar.


Dalam orasinya, Anhar juga meminta Presiden RI agar segera mencopot Menteri Luhut dan beberapa Menteri lainnya karena diduga sengaja membangun wacana penundaan Pemilu 2024 dan membangun wacana perpanjangan masa jabatan Presiden RI menjadi tiga (3) periode.


"Segera copot Menteri Luhut. Kami minta kepada Ketua DPRD NTB agar dapat segera bersurat ke Presiden. Sementara berkaitan dengan perpanjangan masa jabatan Presiden, kami tegas mengatakan bahwa itu melanggar konstitusi," teriak Anhar.


Kepada Ketua DPRD NTB, Anhar juga meminta agar Ketua Dewan dapat segera melakukan koordinasi dengan Gubernur NTB untuk segera mencari jalan agar Pemerintah Daerah dapat mencari jalan untuk menstabilkan harga bahan pokok.


"Kami juga meminta Ketua Dewan agar dapat segera berkoordinasi dengan Gubernur untuk mencari jalan agar harga bahan pokok di NTB dapat terus terjaga dan stabil," pinta Anhar.


Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda, SH.,MH., saat menemui ratusan massa aksi mengungkapkan bahwa Lembaga DPRD yang dipimpinnya telah mengakomodir apa yang menjadi tuntutan dari massa aksi tersebut baik soal penolakan kenaikan harga BBM, PPn dan kenaikan harga bahan pokok dan bahkan telah menyampaikan suratnya kepada Presiden RI.


"Suratnya sudah kami sampaikan kepada Presiden RI pada Senin 11 April kemarin dan sudah diterima oleh Sekretariat Negara. Kami adalah bagian dari rakyat, apa yang menjadi tuntutan dari adik-adik mahasiswa juga adalah persoalan-persoalan yang juga kami bahas di Lembaga Dewan," ujar Srikandi Udayana ini dihadapan ratusan massa aksi.


Sementara berkaitan dengan tuntutan Mahasiswa agar Presiden RI melakukan evaluasi terhadap kinerja para menterinya yang dianggap membuat kegaduhan karena membangun wacana penundaan Pemilu 2024 dan membangun wacana perpanjangan masa jabatan Presiden RI menjadi tiga (3) periode. Isvie mengaku hal itu bukan merupakan ranahnya.


"Kami tidak dapat mengomentari masalah tersebut. Biarlah itu menjadi ranah Presiden RI. Soal wacana perpanjangan masa jabatan Presiden RI tiga periode, saya kira Presiden RI sudah tegas menyatakan tidak akan menunda Pemilu dan tidak akan memperpanjang periode. Jadi kalau menyangkut soal itu, saya kira semuanya sudah clear," tegas Politisi Senior Partai Golkar NTB ini.


Ketua DPRD mengaku, lembaga Dewan yang dipimpinnya tersebut mendapatkan apresiasi karena menjadi Lembaga Dewan yang pertama yang berkirim surat kepada Presiden RI terkait dengan aksi-aksi demonstrasi di daerah.


"Itu kami lakukan sebagai komitmen kami untuk memberikan kepastian pada masyarakat NTB dan menciptakan situasi keamanan di daerah," ujarnya.


Menyangkut isu lokal kedaerahan yang diusung ratusan massa aksi seperti isu penuntasan pembayaran lahan masyarakat di KEK Mandalika, pihaknya berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah. Sementara isu yang berkaitan dengan penyaluran bantuan beasiswa bidik misi, Isvie berjanji akan melakukan koordinasi dengan semua Rektor dari Perguruan Tinggi se-NTB pada Jum'at mendatang. (GA. Im*)

×
Berita Terbaru Update