-->

Notification

×

Iklan

Kegiatan Safari Ramadhan Walikota Bima Minim Diikuti Pejabat

Saturday, April 30, 2022 | Saturday, April 30, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-04-30T05:46:43Z

 

Walikota Bima saat hadir di Masjid Al-Mardhiyah lingkungan Salewi, Kamis malam (28/4/2022). Foto. Ist


Kota Bima, Garda Asakota.-



Kegiatan Safari Ramadhan Walikota Bima, HM. Lutfi, di Masjid Al-Mardhiyah Lingkungan Salewi Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota Kota Bima, Kamis malam kemarin (28/4/2022), tampaknya minim diikuti para pejabat khususnya pejabat eselon 2 lingkup Pemkot Bima. 


Entah apa yang membuat para Pejabat malas mengikuti rombongan Walikota saat itu. Padahal sesuai tentatif yang dikeluarkan pihak Prokopim bahwa selain Sekda, seluruh Asisten, dan seluruh Staf Ahli, kegiatan Safari Ramadhan di lingkungan Salewi juga wajib didampingi oleh seluruh Kepala SKPD.


Namun faktanya, berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, rombongan Walikota yang tiba di Masjid Al-Mardhiyah Rasalewi Kamis malam hanya didampingi oleh beberapa orang Kadis saja. 


Mereka itu diantaranya yakni Kepala Dikpora dan Kadis DLH. Hadir juga, Lurah Jatibaru Barat selaku tuan rumah. Sementara Sekda, Asisten, Staf Ahli, termasuk Camat Asakota dan yang lainnya tidak terlihat hadir.


"Yang saya lihat minim sekali pejabat yang ikut. Tadi malam hanya ada 3 Kadis yakni kadis Dikpora, DLH dan satu lagi saya nggak tahu," ungkap warga Salewi kepada Garda Asakota, Jumat pagi.


Bukan hanya itu, saat kegiatan Jumat di Masjid At-Taqwa Panggi, (29/4/2022), kehadiran Walikota hanya didampingi oleh Kabag Humaspro dan Ajudannya.


Tokoh Pemuda Jatibaru Barat, Mardiansyah, S.Pd, kepada wartawan juga mengakui minimnya kehadiran pejabat saat kunjungan Walikota di lingkungan Salewi. Setahunya hanya ada tiga Kepala SKPD yang hadir, sementara Sekda, Staf Ahli, Asisten, dan pejabat lainnya tidak ada bersama rombongan.


Dia menegaskan, bila memang kegiatan Safari Ramadhan sudah masuk jadwal tentatif, maka wajib hukumnya Kadis, Asisten dan lainnya itu mengikutinya siapapun kepala daerah, mau Walikota atau Wakil Walikota. 


"Mereka itu kan digaji oleh Negara, maksimalkan dong pelayanan kepada masyarakat. Jadi percuma dikasih fasilitas ataupun tunjangan jabatan," sentilnya.  (GA. 212").

×
Berita Terbaru Update