-->

Notification

×

Iklan

Tahun Ini, Soal Blank Spot dan Sinyal Lemah di NTB Akan Segera Tuntas

Saturday, March 19, 2022 | Saturday, March 19, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-03-19T11:48:16Z


Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Dr Ir Ismail MT.





Mataram, Garda Asakota.-


Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Dr Ir Ismail MT, menegaskan Pemerintah RI melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika akan segera menuntaskan permasalahan blank spot dan sinyal lemah di 85 titik yang tersebar baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa Provinsi NTB.


"Kami sudah menerima surat dari Kadis Kominfo Provinsi NTB terkait dengan masih adanya sekitar 104 titik area yang masih blank spot dan sinyal lemah. Kemudian kami menurunkan tim bersama dengan teman-teman operator untuk mengecek 104 titik ini. Dapatlah angka sekitar 85 titik yang layak untuk di enhance atau ditingkatkan kapasitas, speed, maupun performancenya," kata Dirjen SDPPI saat menggelar konferensi pers dengan sejumlah wartawan Sabtu 19 Maret 2022 di Mataram.


Sementara sisa dari itu yakni sekitar 19 titik, menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan tim yang diturunkannya, ternyata titiknya berada di tengah laut atau berada di titik yang tidak ada penduduknya dan lain sebagainya. Sehingga tidak termasuk kedalam kategori yang siap untuk difollow up atau ditindaklanjuti.


"Sementara untuk 85 titik itu, kami di Kementerian Kominfo telah berdiskusi khususnya dengan Telkomsel, telah berbagi tugas yakni dari 85 titik ini, 35 titiknya nanti akan diusulkan atau dimasukan kedalam project BAKTI Kominfo, karena ini masuk kedalam area 3D atau Terdepan, terluar, dan tertinggal, yang saat sekarang ini sedang merampungkan pembangunan BTS. Sementara 50 titik lainnya akan masuk kedalam area yang akan dienhance atau ditingkatkan performancenya oleh teman-teman Telkomsel," jelasnya. 


Pihaknya menegaskan akan menyelesaikan project 50 titik dan 35 titik tersebut di tahun 2022 ini. 


"Mudah-mudahan di quartal kedua atau ketiga. Insha Alloh, permasalahan soal blank spot atau sinyal lemah ini akan selesai. Nah dalam hal ini, tentu kami tidak ingin terlalu banyak berjanji manis. Tapi kita lihat dan tunggu saja hasilnya karena ini semua sedang bekerja. Kami mohon dukungan dari teman-teman Pemerintah Daerah, khususnya Pemerintah Daerah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten untuk bersama-sama dengan kami baik itu Kominfo maupun Operator membangun dan mengenhance ini. Dukungan masyarakat juga sangat diperlukan karena mungkin pada area-area tertentu nanti akan dibangun tower dan sebagainya, mudah-mudahan penerimaan dari masyarakat sekitar pembangunan tower dan sebagainya itu bisa memahami perlunya sinyal kuat dari seluler ini di seluruh pelosok-pelosok desa di NTB," harap Ismail.


Permasalahan blank spot dan sinyal lemah ini menurutnya, tidak hanya di Pulau Lombok, justru menurutnya titik blank spot dan sinyal lemah ini banyak yang ada di Pulau Sumbawa.


"Karena Pulau Sumbawa yang lebih tertinggal disisi sinyalnya ini dibandingkan dengan Pulau Lombok. Saya sudah diskusi tadi dengan Ibu Wagub NTB, beliau sudah menyampaikan komitmennya untuk mendukung rencana pembangunan infrastruktur sinyal seluler di NTB ini. Tentu pak Kadis Kominfo nanti yang akan berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten dan Kota untuk bisa memperlancar project ini agar bisa berjalan dengan baik," pungkasnya. (GA. Ese*)

×
Berita Terbaru Update