Gong Pemilu 2024 Dimulai, Bawaslu NTB Teken MoU dengan Tujuh PT

 

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB, Muhammad Khuwailid, S.Ag.,MH., bersama salah satu Rektor PT saat menandatangani MoU Pengawasan Pemilu Partisipatif di Fave Hotel Mataram, Kamis 17 Februari 2022.



Mataram, Garda Asakota.-


Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB, Muhammad Khuwailid, S.Ag.,MH., mengungkapkan gong tahapan Penyelenggaraan  Pemilu 2024 sudah mulai ditabuh. Hal ini menurutnya ditandai dengan dua (2) hal yakni ditetapkannya Hari Pemungutan Suara pada tanggal 14 Februari 2024. 


"Dan penetapan penyelenggara Pemilu 2024 yakni anggota KPU dan Bawaslu RI pada Rabu 16 Februari 2024.  Ini merupakan suatu pertanda bahwa gong Pemilu 2024 sudah dimulai," kata Muhammad Khuwailid saat menyaampaikan sambutan pada acara Sosialisasi Partisipatif dengan Perguruan Tinggi dan Penandatanganan MoU Pengawasan Partisipatif yang digelar oleh Bawaslu NTB di Hotel Fave Mataram, Kamis 17 Februari 2022.


Dikatakannya, dalam melakukan pengawasan Pemilu 2024, metode pengawasan pemilu yang betsifat partisipatif tetap dijadikan sebagai dasar dalam melakukan pengawasan.


"Ini didasari oleh sebuah pertimbangan filosofis bahwa penyelenggaraan pemilu itu bukan hanya milik penyelenggara saja. Akan tetapi, pemilu adalah milik seluruh masyarakat. Pemilu adalah milik kita bersama. Sehingga karena ini adalah milik bersama, maka sistim kerja yang bersifat kolaboratif itu harus menjadi suatu keniscayaan. Penyelenggara Pemilu tidak boleh menganggap diri paling paham terhadap pemilu, begitu pun para kontestannya," terang pria kebanggaan Darek Lombok Tengah (Loteng) ini.


Dalam kesempatan itu, Ketua Bawaslu.NTB menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan tujuh (7) Rektor Perguruan Tinggi (PT) seperti Unram, UIN, UMMAT, UNU, UNW, UNDIKMA, dan STAH.


MoU ini sendiri dibuat sebagai.bentuk komitmen Bawaslu NTB dalam membangun budaya pengawasan pemilu partisipatif.


"Ini.merupakan salah satu bentuk komitmen Bawaslu dalam melibatkan seluruh stakeholder, khususnya Perguruan Tinggi, dalam penyelenggaraan pemilu partisipatif," tegasnya.


Keterlibatan Perguruan Tinggi dalam pemilu partisipatif ini adalah yang pertama Bawaslu menyiapkan diri menjadi tempat magang atau KKN Tematik bagi para mahasiswa dan itu sudah berlangsung selama beberapa tahun.


"Yang kedua adalah pendidikan pemilih seperti Bawaslu bersama Perguruan Tinggi menjadi salah satu pengajar pada stadium general tentang pemilu partisipatif. Sehingga kedepan kami berharap soal pemilu ini bisa menjadi salah satu materi ajar di perguruan tinggi. Sehingga kedepan, pemilu bisa menjadi alat agregasi bagi semua kepentingan yang ada bukan lagi menjadi alat pemecah kebersamaan," pungkasnya. (GA. Im*)

Post a Comment

Previous Post Next Post