-->

Notification

×

Iklan

APBD Banyak Dikuras Tangani Covid19, Anggota Dewan Tidak Berani Berjanji Saat Reses

Wednesday, March 3, 2021 | Wednesday, March 03, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-04-21T12:26:04Z

 

APBD Banyak Dikuras Tangani Covid19, Anggota Dewan Tidak Berani Berjanji Saat Reses
Anggota DPRD NTB, Ahmad Dahlan, S.Sos.


Mataram, Garda Asakota.-


Pandemi Covid19 tidak hanya memperpuruk aspek kesehatan masyarakat. Wabah ini juga menyerang sendi-sendi kehidupan ekonomi masyarakat. Alokasi Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga ditekankan penggunaannya untuk menangani virus mematikan ini.


Hal ini juga ikut mempengaruhi anggota DPRD untuk tidak terlalu berani memberikan janji kepada mayarakat yang menjadi konstituennya. Sebagaimana diungkapkan oleh satu-satunya wakil dari Partai Hanura di DPRD NTB, Ahmad Dahlan, S.Sos., dalam kondisi keterpurukan ekonomi, masyarakat saat sekarang ini banyak berharap akan adanya bantuan stimulan dari Pemerintah dalam membiayai usaha bakulan yang mereka miliki.


“Tidak hanya permintaan dana stimulan, banyak juga permintaan terhadap program fisik lainnya. Hanya saja karena APBD kita anggarannya banyak diarahkan ke penanganan Covid19, maka kami juga tidak berani menjanjikan adanya alokasi anggaran untuk program bantuan bakulan dan program fisik lainnya yang diminta oleh masyarakat. Tahun 2020 saja, APBD kita hampir Rp1 Trilyun yang direfocusing untuk penanganan Covid19, sekarang lagi Menkeu sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) pemotongan dana DAU sebesar 8 %. Dengan adanya hal ini, maka kami saat reses tidak terlalu berani untuk berjanji muluk kepada masyarakat,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Partai Hanura Provinsi NTB ini kepada wartawan, Selasa 02 Maret 2021.


Namun dalam aspek kebutuhan yang berkaitan dengan perbaikan sarana dan prasana publik, pihaknya mengaku akan menjadikan prioritas untuk diperjuangkan seperti penataan serta perbaikan jalan lingkungan di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Bima, khususnya di Kecamatan Bolo, Madapangga, Woha, dan Belo,


“Selain penataan serta perbaikan jalan lingkungan, masyarakat juga berharap adanya program bronjongnisasi serta pembuatan talud. Insha Alloh, dari 10 titik reses yang kami lakukan beberapa waktu lalu, sejumlah aspirasi masyarakat tersebut akan kami perjuangkan dalam APBD Provinsi NTB,” ujar pria yang duduk di Komisi I DPRD NTB ini.


Politisi yang berasal dari Dapil VI (Bima, Kota Bima dan Dompu) ini mengaku reses yang dilakukannya beberapa waktu lalu dilaksanakan di lima (5) titik Kecamatan Bolo, tiga (3) titik di Madapangga, Kecamatan Woha satu (1) titik dan Kecamatan Belo satu (1) titik. (GA. Im*)

×
Berita Terbaru Update