Header Ads

Warga Minta Sejumlah Tanggul Longsor dan Bronjong Jebol di Wilayah Asakota Segera Diperbaiki

 


Kota Bima, Garda Asakota.-

Tanggul longsor di Kelurahan Jatibaru Timur bronjong ambrol di Kelurahan Jatibaru Barat dan Jatiwangi, pagar dan tanah amblas di TPU Lewi  mewarnai pembukaan tahun 2021 di beberapa wilayah kelurahan di Kecamatan Asakota Kota Bima.

Di Rt 18/06 Kelurahan Jatibaru Timur misalnya tanggul setinggi 8 meter panjang 20 meter longsor di terjang banjir pada akhir Desember lalu hingga kini belum di benahi padahal kondisi itu memunculkan kekhawatiran warga yang bermukim di sekitar lokasi lantaran retakan tanahnya hampir mendekati rumah warga hanya berjarak 2,5 meter.

Dikhawatirkan pula kondisi ini akan merusak jembatan penghubung akses satu satunya warga yang di sisi Timur dan Barat lingkungan setempat. 

Ketua Rw. 06, Rahmin menyampaikan bahwa kondisi yang terjadi sudah secara langsung ditinjau oleh anggota DPRD Dapil Asakota saat gelaran reses beberapa waktu lalu namun belum ada tindak lanjutnya.

"Karena ini bersifat urgensi kami minta agar secepatnya kondisi tanggul ambruk dan retakan tanah yang kian melebar dapat segera di tangani agar warga yang berada persis di sisi tanggul merasa aman," harapnya.

Sementara itu di lingkungan Lewi Kelurahan Jatibaru Barat selain terjadi ambruknya pagar TPU lingkungan setempat juga terjadi tanah amblas di areal TPU seperti yang disampaikan ketua Rw setempat,Bambang.

Kata dia, saking sering terendam air lantaran saluran drainase yang di buat tidak memiliki muara tanah di TPU Lewi tiba tiba amblas. "Ada sekitar 9 makam yang  amblas tapi semua sudah di tata kembali," ujar Bambang.

Yang membuat pihaknya khawatir adalah tidak adanya muara air saluran drainase karena pemilik lahan yang berada persis di sisi Selatan makam sudah menutup akses saluran air sehingga setiap hari ketika hujan tiba areal makam di TPU Lewi selalu terendam.

"Karenanya jalan satu satunya yang harus dilakukan adalah membangun drainase baru di sisi Utara makam sepanjang 150 meter langsung menuju sungai, itu saja," harap Bambang.

Selain dua tempat tersebut ada pula bronjong jebol sepanjang 20 meter di lingkungan Lela Rt.04/02 dan bronjong jebol di Rt.03/01 lingkungan Jatiwangi sepanjang 20 meter yang sudah merusak belasan hektar are tanaman pertanian.

Semua kondisi tentu butuh penanganan cepat dari pemerintah karena selain merugikan juga akan dapat mengancam keselamatan  jiwa.

Menjawab kondisi ini anggota dewan Dapil Asakota, Syamsuddin mengakui akan kondisi itu. Pada saat dewan Dapil 3 Asakota melakukan on the spot di beberapa titik yang di sebutkan saat gelaran reses pada Desember 2020 lalu, kondisi kerusakannya memang emergency.

"Kalau terlambat di tangani tidak tertutup kemungkinan akan menelan korban jiwa, terutama tanggul bibir sungai jebol akibat gerusan yang begitu deras d RT 18 Jatibaru Timur," katanya.

Namun sambung Syam, proses penetapan penganggaran untuk APBD tahun 2021 sudah di lakukan per November 2020 dan agenda reses di akhir Desember. Maka sudah barang tentu tidak bisa terakomodir lagi, semua item kegiatan maupun program yang akan di realisasikan sudah terkunci melalui sistim SIPD.

Menyikapi hal itu, maka penanganannya butuh koordinasi yang ekstra dengan OPD terkait. "In shaa Allah secepatnya kami akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Bappeda Litbang, PUPR dan BPBD agar apa yang menjadi keinginan masyarakat setempat bisa terealisasi," pungkasnya. (GA. 003*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.