-->

Notification

×

Iklan

Komisi I Nilai Mutasi Tidak Didasari Daftar Urutan Kepangkatan

Tuesday, January 5, 2021 | Tuesday, January 05, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-01-05T06:03:23Z
Suasana pelantikan Pejabat lingkup Pemkot Bima, Senin kemarin (4/1).

Kota Bima Garda Asakota.-

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima, M Irfan, S.Sos.,M.Si., menilai pelaksanaan mutasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bima pada Senin 04 Januari 2021 kemarin, dinilai tidak dilakukan berdasarkan standar profesionalitas, namun masih didasari pada pendekatan emosional semata.

"Pelaksanaan mutasi kemarin kami nilai masih mengedepankan pendekatan emosional atau pendekatan kedekatan. Bukan berdasarkan pada pendekatan Daftar Urutan Kepangkatan (DUK). Itu hasil penilaian kami pada pelaksanaan mutasi kemarin," sorot pria yang sebelumnya menjadi dosen di STISIP Mbojo Bima ini kepada wartawan, Selasa 05 Januari 2021.

Dikatakannya, penilaiannya mutasi itu lebih mengedepankan pendekatan emosional atau kedekatan itu ditengarainya dengan banyaknya ASN yang didemosi atau diturunkan jabatannya, saat mutasi sebelumnya yang terpenuhi. 

"Bahkan ada juga yang hanya bergeser di posisi yang sama. Yang paling aneh setelah diperhatikannya saat mutasi rotasi kemarin, bahwa ada beberapa ASN yang didemosi di beberapa tahun lalu justru tak diperhatikan alias tidak diangkat kembali," nilainya.

Padahal kata Irfan, bahwa komisi ASN telah mengeluarkan putusan agar mengembalikan posisi mereka. Dan Walikota menurutnya telah berjanji akan mengembalikan mereka pada jabatannya. 

"Harusnya diangkat dulu orang-orang yang sejak sekian lama didemosi sesuai putusan Komisi ASN itu, kenapa justru yang lain yang diangkat?. Nah ini artinya mutasi ini sudah jelas bahwa pengangkatan yang dilakukan berdasarkan daftar urutan kedekatan bukan daftar urutan kepangkatan atau DUK," kritisnya lagi.

Ditanya soal adanya ASN yang terima undangan tapi tak dilantik, pihaknya menilai itu merupakan dugaan kesalahan Baperjakat yang merupakan bawahan Walikota. 

"Itu disebabkan oleh karena mereka bekerja lantaran tidak mengacu pada aturan tata negara yang baik dan profesional. Mereka hanya mengedepankan ilmu kedekatan semata. Tidak mungkin keliru alias salah, jika mereka bekerja berdasarkan aturan," cetusnya.

Dengan berbagai persoalan salah satunya mengenai mutasi, pihaknya mengaku bahwa sebelumnya pernah mengingatkan Walikota Bima agar membenahi sumber daya manusia (SDM) yang ada. 

"Artinya menempatkan seseorang dengan mengacu pada DUK serta aturan pendukung lainnya. Harapannya kedepan dapat terwujud pemerintahan yang baik dengan SDM yang mumpuni. Bila hal seperti ini terus terjadi, pastinya pemerintahan Kota kedepan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya," ingatnya. (GA.355*)

×
Berita Terbaru Update