Header Ads

CV Wiratama Distribusikan Pupuk untuk Wilayah Asakota dan Rastim Kota Bima

Ilustrasi


Kota Bima, Garda Asakota.-

Salah satu Distributor Pupuk di Bima, Cv. Wiratama, telah menyalurkan jatah kepada pengecer di dua wilayah yang menjadi tanggungjawab penyaluran perusahaannya yaitu Kecamatan Rasanae Timur dan Asakota Kota Bima.

Tercatat untuk dua wilayah itu yakni Rasanae Timur dengan jumlah 16 pengecer dan Asakota ada 8 pengecer, masing masing telah mendapat jatah sebanyak 5 ton pupuk. "Dan hari ini, In shaa Allah akan selesai penyalurannya untuk tiga pengecer tersisa," jelas Distributor Pupuk Cv. Wiratama, St. Raodah, kepada wartawan, Sabtu (8/1).

Diakuinya, jatah pupuk tahun ini untuk wilayah Asakota tidak sampai 700 ton hanya kebagian 500 ton saja. Sedangkan Rasanae Timur sebanyak 800 ton.

 "Tapi untuk para pengecer setiap penyaluran itu maksimal 7 ton tetapi harus di ingat bahwa para petani tidak bisa mendapatkan pupuk bila tidak masuk dalam RDKK dan kalau itu terjadi maka mau tidak mau petani harus mengambil pupuk non subsidi," katanya.

Menurutnya, untuk dua kecamatan ini penyaluran pupuk aman dan lancar tidak ada kendala. Tentunya, kata dia, dengan memberlakukan harga terbaru pupuk sesuai dengan Surat Keputusan Peraturan Menteri Pertanian RI nomor 49 tahun per 30 Desember 2020.

"Karenanya kepada pengecer di harapkan agar sebelum menyalurkan pupuk kepada para petani agar dapat mensosialisasikan tentang kenaikan harga ini," harapnya.

Kemudian kata Raodah, bagi petani yang belum masuk ke E RDKK pihaknya mensilahkan untuk membeli pupuk non subsidi sebab pupuk subsidi tidak diperjual belikan. "Untuk itu jika jatah pupuk yang disalurkan 5 ton itu, kemudian ada pengecer menjual di luar wilayah masing maka kami tidak akan beri lagi peringatan. Tapi langsung di pecat atau di cabut ijinnya," tegas Raodah.

Karenanya ia meminta kepada pengecer agar dapat membantu penyuluh untuk dapat memberikan sosialisasi kepada petani tentang kenaikan pupuk ini baik yang bersubsidi maupun yang non subsidi dan berlaku secara Nasional.

Terakhir kata Raodah, kendati jatah pupuk tahun ini hanya setengah persen dari biasanya tapi pihaknya bisa pastikan bahwa pupuk untuk dua wilayah kecamatan tersebut akan tercukupi dengan baik.

Terpisah Kepala Dinas pertanian melalui Kabid PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) Kota bima, Syafruddin membenarkan bahwa mulai penyaluran awal tahun ini kenaikan harga Pupuk di berlakukan.

Untuk memastikan itu berjalan sesuai harapan pihaknyapun telah mengimbau kepada para pengecer untuk membuatkan plang atau papan informasi di depan kiosnya mengenai kenaikan HET terbaru ini berdasarkan Permentan Nomor 49 agar para petani tahu saat penebusan pupuk.

"Hal inipun telah kami sampaikan ke BPP yang ada karena yang paling dekat dengan petani adalah teman teman PPL agar intens memberikan sosialisasi kepada para petani agar petani pun tidak kaget menerima informasi kenaikan harga pupuk ini," tandasnya. (GA. 003*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.