Tahun 2020, Perekaman KTP-El di Disdukcapil Kota Bima Lampaui Target

Hj. Mariamah, SH.


Kota Bima, Garda Asakota.-

Tinggal beberapa hari lagi tak terasa tahun 2020 akan segera berlalu tentu dalam kurun waktu itu telah banyak hal yang telah dilaksanakan oleh beberapa OPD jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Bima sebagai realisasi dari program kerja yang telah direncanakan di dalam APBD 2020, salah satunya adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Lalu apa sajakah capaian yang telah diwujudkan sebagai catatan akhir 2020 ini?. Kepada Garda Asakota, Kadis Dukcapil Kota Bima, Senin, (28/12) menjelaskan panjang lebar terkait dengan sejumlah program kerja yang telah dilaksanakan dinasnya sepanjang tahun anggaran 2020.  

"Di Dinas ini (Disdukcapil, red) saya sudah enam tahun, tentu banyak program kerja yang telah dilaksanakan. Salah satunya adalah penerapan pola jemput bola dalam perekaman KTP-El dimana pada akhir tahun 2020 ini kita sudah mencapai lebih dari target. 

Sudah melebihi sekarang angkanya sudah di kisaran 106 persen untuk perekaman KTP-el  dari target Nasional, sementara kalau akta lahir sudah 105 persen dari target Nasional," kata Hj. Mariamah, SH, kepada wartawan.

Kemudian realisasi program lainnya seperti pencatatan KIA (Kartu Identitas Anak) juga mengalami progres yang cukup. Meski diakuinya, program ini baru dimulai pada tahun 2019, tapi sejauh ini pihaknya sudah mampu mencetak KIA di kisaran 11 ribuan lebih, masih tersisa 38 ribuan dari jumlah wajib KIA yang sudah ditetapkan secara Nasional sebanyak 44, 279 anak.

"Target kita sih nggak muluk-muluk. Yah, paling tidak naiklah 10 persen di tahun ini. Target Nasional untuk program KIA ini adalah 20 persen, tapi kita di Kota Bima telah berada di atas kisaran 25 persen kendati kita mulai aktif KIA itu pada tahun 2019. Apalagi KIA inikan program yang terintegrasi," katanya.

Diakuinya, semua capaian ini mampu dicapai pihaknya setelah dalam pelayanannya menggunakan sistem online baik melalui WA, Facebook juga Website Dukcapil yang dirasa sangat efektif penggunaannya.

"Silahkan masuk saja (secara online), In shaa Allah kita tetap kedepankan pelayanan online supaya masyarakat di gampangkan dalam memenuhi pengurusan dokumennya.

Terbukti, kunjungan warga masyarakat di Dukcapil sudah sepi. Jadi tidak ada lagi antrian karena semuanya dilayani secara online, dan kalaupun ada yang datang itu hanya urusan memperbaharui KTP rusak saja," terangnya.

Sebagai wujud pengabdian pihaknya bertekad untuk semaksimal mungkin bisa membantu warga masyarakat. Disadarinya bahwa, kalaupun dalam pelayanan dirasa ada kekurangan itu manusiawi adanya lantaran pihaknya menggunakan sistem yang tentunya pula membutuhkan sarana prasarana.

"Tapi maaf, kalau jaringannya tidak bagus ya kita nggak bisa berbuat apa apa. Makanya untuk pelayanan publik kita meraih predikat A minus karena memang kita masih terkendala alat-alat pendukung," aku mantan Kabag Hukum Pemkot Bima ini. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post