Header Ads

Sebelum Ketuk Palu, Walikota Disarankan Hati-Hati Menjanjikan Dana Bantuan






Kota Bima, Garda Asakota.-

Belakangan ini publik kerap membaca dan mendengar Walikota Bima, HM. Lutfi, SE, yang turun menjanjikan bantuan untuk sarana ibadah baik masjid maupun mushalla  untuk tahun anggaran 2021 mendatang.  

Meski nawaitu ini dianggap baik, namun Walikota disarankan agar sebaiknya berhati-hati memberi janji dana hibah apalagi dengan jumlah/nominal yang pasti untuk direalisasikan Tahun Anggaran berikutnya. 

"Meski sudah disetujui oleh Ketua DPRD, namun perlu diingat bahwa lembaga DPRD itu ada 25 orang anggota termasuk didalamnya 1 orang ketua dan 2 orang wakil ketua merangkap anggota yang juga punya hak untuk membahas anggaran (budgeting)," ujar warga Kota Bima, H. Armansyah, ST, kepada wartawan, Rabu (14/10).

Menurutnya, ada mekanisme pembahasan anggaran baik melalui Komisi atau Badan Anggaran sehingga segala kemungkinan bisa terjadi. 

Untuk itu dia menyarankan agar kepala daerah dapat menjanjikan bantuan anggaran apabila sudah diketuk palu/ditetapkan dalam APBD 2021. "Jangan yang belum pasti karena ini berkaitan dengan belanja hibah yang bukan urusan wajib pemerintahan," sarannya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Kabag Kesra Setda Kota Bima, H. Ahmad, S.Ag, MM, mengungkapkan bahwa untuk saat ini jumlah permohonan dana bantuan pembangunan Masjid dan Mushola di Kota Bima yang telah disetujui oleh Walikota di APBD 2021 nantinya sudah dikisaran angka Rp6 Milyar lebih. 

Hal itu diakuinya saat mendampingi Panitia Pembangunan masjid Nur Rahman Rt. 14/05 lingkungan Radio Permai Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima di kediaman Walikota Bima, Jumat malam (2/10).

 "Angkanya sudah tembus Rp6 milyar, termasuk untuk permohonan bantuan dana pembangunan Masjid Nur Rahman lingkungan Radio Permai kelurahan Jatiwangi telah di acc oleh Walikota sebesar Rp100 juta," katanya.

Belakangan rupanya janji untuk membantu dana Rp100 juta untuk masjid Nur Rahman ini justru dinaikan menjadi sebesar Rp150 juta setelah Walikota Bima meninjau dan meletakan bata pertama pembangunan masjid tersebut, Minggu sore (10/10).

"Sebagai bukti perhatian saya terhadap pembangunan Masjid Nur Rahman ini saya tambahin dana pembangunan sebesar Rp50 juta lagi dari permintaan awal senilai Rp100 juta yang telah saya setujui.  

Kendati demikian saya inginkan swadaya masyarakat tetap lah selalu terbangun sehingga Masjid ini bisa selesai karena tidak mungkin pemerintah membantu setiap tahun sebab kucuran dana hibah itu harus selang seling," ujarnya. (GA. 212/003*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.