Warga Rasalewi Tagih Janji LUTFER di Arena Reses Anggota Dewan Dapil Asakota

Suasana reses anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota di lingkungan Lewi Kelurahan Jatibaru Barat, Selasa sore (8/9).

Kota Bima, Garda Asakota.-

Ketua Rw. 05 lingkungan Rasalewi Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota, Husni Mansyur, menagih beberapa janji pemerintahan Lutfi-Feri yang telah ditandatangani sebagai kontrak politik saat kontestasi Pilkada Kota Bima beberapa tahun lalu, yang hingga kini belum juga terealisasi.

Kondisi ini, kata Aba Husni, telah membawa beban phiskologis yang cukup besar terhadap dirinya karena kerap menghadapi tuntutan dan pertanyaan dari elemen masyarakat.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri agenda reses anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota, Selasa sore (8/9) di lapangan bola lingkungan Lewi.

"Ini adalah janji pak yang sudah saya tandatangani dalam sebuah kontrak politik, tolong sampaikan kepada Walikota dan Wakil Walikota Bima.

Kalau memang tidak punya uang, tolong turun langsung ke masyarakat pak karena saya pernah tandatangan di atas materai sebagai penanggungjawab terhadap masyarakat," ujar Aba Husni, dihadapan segenap anggota DPRD Kobi maupun elemen masyarakat yang menghadiri reses.

Berkali-kali dia meminta Walikota Bima jika ada kesempatan untuk hadir di tengah masyarakat meskipun tidak punya uang karena alasan Covid19.

"Tapi tolong turun langsung ke masyarakat, saya terbebani pak karena saya yang tandatangan juga kontrak politiknya. Ini janji politik tapi tetap ada kaitannya dengan anggota dewan selaku wakil rakyat karena dewan dipilih oleh rakyat," imbuhnya.

Adapun janji politik LUTFER saat Pilkada itu adalah pengadaan lapangan sepakbola, lapangan umum untuk kegiatan sosial kemasyarakatan yang telah di tandatangani di atas materai 6.000. "Tapi hingga saat ini belum terealisasi, dan perlu diingat, saya tidak mau di cap sebagai pembohong oleh masyarakat," tegasnya.

Sementara warga lainnya, mengeluhkan kebijakan Pemkot Bima yang terkesan tebang pilih dalam memberikan bantuan. Seperti disampaikan oleh Ketua Pengurus Masjid Al Ikhlas Lewi, Hidayat, S.Pdi, yang menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Bima yang terkesan tebang pilih dalam memberikan bantuan pembangunan untuk Masjid Al Ikhlas Lewi.

Pasalnya dari permintaan Rp100 juta yang di Acc hanya sebesar Rp25 juta, padahal di satu sisi ada Mushola yang nilai bantuannya di berikan jauh lebih besar dari Masjid dilingkungannya.

"Dan beberapa waktu lalu di kediaman Walikota Bima dalam pertemuan dengan Rw se Kota Bima pak Walikota Bima janji akan memberikan bantuan pembangunan Masjid kami sebesar Rp150 juta pada tahun 2021 nanti kalau tidak di berikan maka selaku Ketua Rw akan turun ke jalan, kita tunjukkan aksi protes," timpal pengurus lain yang juga Ketua Rw. 03, Bambang Jenki. (GA. 003*)

Post a Comment

Previous Post Next Post