Header Ads

Senin Pekan Depan, SMAN 1 Kota Bima Mulai Gelar KBM Secara Tatap Muka

Dedy Rusyadi, M.Pd, M.Sc.


Kota Bima, Garda Asakota.-

Sejumlah satuan pendidikan atau sekolah setingkat SMA di Kota Bima dibawah naungan Pemprov NTB akan menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka meskipun pandemi Covid19 masih melanda NTB. Itupun sebelum pelaksanaanya nanti, pihak sekolah meminta persetujuan dari walimurid melalui sebuah surat pernyataan.

"Proses KBM secara tatap muka ini akan dimulai pada Senin besok (14/9) dengan tetap menerapkan protap kesehatan pencegahan penyebaran virus Covid19. Dan Alhamdulillah sejauh ini para orang tua walimurid setuju semua," ungkap Kepala SMAN 1 Kota Bima, Dedy Rusyadi, M.Pd, M.Sc, kepada Garda Asakota, Sabtu (12/9).

Praktek KBM tatap muka ini menerapkan sistem on off artinya bila jumlah total siswa perkelas 32 orang nanti dari siswa pertama hingga 16 akan belajar di sekolah. Sementara siswa 17 hingga 32 belajar online daring di rumah, esoknya demikian juga yang masuk pagi jadi masuk dan yang masuk siang jadi masuk pagi.

Untuk KBM tatap muka ini kami sudah sangat siap mulai dari kran kran cuci tangan, masker 1500 lembar, sanitizer dan lainnya semua sudah lengkap termasuk jumlah siswa yang bisa tatap muka hanya 50 persen dari jumlah normal.

Selama penerapan tatap muka ini jam belajarnya hanya empat jam saja misalnya yang masuk pagi dari pukul 07.00-10.00 wita demikian juga dengan yang masuk siang mulai pukul. 13.00-16.00 wita di tambah tidak ada kantin tidak ada praktek istrahat hanya lima belas menit itupun dalam kelas tidak boleh keluar keliling keliling.

Pihaknyapun tidak dapat memaksa bila ada orang tua wali murid yang tidak setuju digelarnya tatap muka. "Itu tidak apa apa, sebab tidak ada paksaan. Anak-anak bisa melakukan pembelajaran secara online daring di rumah dengan pembejarann yang tetap sama," akunya.

Untuk upaya pencegahan covid19, Kasek mengaku pihaknya sudah ada MoU dengan Puskesmas Penanae. "Jadi kami tetap ikuti protap Kesehatan pencegahan penyebaran virus Covid19 yang di imbau oleh tim gugus tugas, artinya secara aturan Covid pun aturan pendidikan kami sudah siap semua tapi yang namanya manusia hanya bisa berencana saja.

Kalaupun nanti walimurid mengcounter atau menyalahkan pihak sekolah bila anaknya terpapar Covid19, maka kami sudah punya pegangan hitam di atas putih berupa surat bukti persetujuan orangtua yang di tandatangani. Kita tunjukkan saja surat tersebut, kami juga kan tidak mau mati konyol dalam hal ini tidak boleh kami sembarangan menjalankan tugas ini tanpa ada dasar yang jelas," ulasnya.

Dedy menambahkan, pembelajaran tatap muka ini berlaku berdasarkan edaran dari Kadis Pendidikan Propinsi NTB di minggu pertama per 14 September hanya SMAN 1, SMKN 2, SMAN 5 dan SMKN 3 dan minggu berikutnya bergilir sekolah lain lagi.

"Jika dalam minggu pertama penerapan tatap muka ini lolos atau tidak ada kejadian  terpapar Covid19 maka pembelajaran tatap muka lanjut terus hingga akhir semester nanti.

Sebaliknya jika ada kejadian satu saja yang terkena Covid19 maka sekolah wajib menutup KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), itu SOP dari Pimpinan kami dan kami harus ikuti," tegasnya.

Harapannya selama proses ini berjalan utamanya kepada para guru, disiplinlah dalam menerapkan protap kesehatan Covid19 ini karena pihaknya lebih khawatir pada guru bukan siswa lantaran guru rentan terpapar karena usia rata rata di atas 40 an kalau siswa kan boleh di bilang usia yang daya imun nya cukup kuat menangkal penyakit berbahaya ini.

"Semua warga sekolah taati aturan yang telah di paparkan oleh sekolah, mohon diikuti dan di jalankan, makanlah makanan yang bergizi serta berjemurlah setiap pagi hari," imbaunya. (GA. 003*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.