-->

Notification

×

Iklan

Modus Jual Kue, Polisi Ringkus Bandar Sabu

Wednesday, August 12, 2020 | Wednesday, August 12, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-08-12T12:53:33Z
Konferensi pers yang dilakukan oleh Polresta Mataram.

Mataram, Garda Asakota.-

Satresnarkoba Polresta Mataram kembali menangkap seorang pelaku yang diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. Pelaku berinisial BD alias Dimpil warga Kelurahan Babakan Barat, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. 

Modus yang dilakukan pelaku cukup unik. Modusnya berpura-pura menjual kue dan bahan pembuatan kue. Tapi juga menjual sabu. Tapi modusnya terendus oleh petugas dan ditangkap. 

‘’Dia ini menjual masakan kue dan bahan dasarnya seperti tepung dan lainnya. Tapi dia juga menjual sabu,’’ ungkap Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson di Mataram, Rabu (12/08/2020). 

Berawal dari informasi masyarakat. Petugas mendatangi salah satu gudang di Babakan. Kemudian penggeledahan dilakukan di rumah pelaku. 

Total sabu yang didapatkan petugas pun cukup banyak. Yakni sekitar 90,71 gram. Petugas juga mendapatkan uang tunai Rp 2,9 juta yang diduga hasil transaksi sabu. Dua buah handphone milik pelaku melengkapi barang bukti yang didapatkan petugas. 

‘’Kami amankan pelaku disebuah gudang di Babakan. Gudangnya itu untuk membuat kue. Saat kami amankan sabunya itu baru datang. Tapi ada juga yang sempat dijual sedikit,’’ bebernya. 

Penggeledahan juga dilakukan digudang kue. Gudang tersebut selama ini digunakan oleh istri pelaku berjualan. Tapi petugas memastikan, istri pelaku tidak terlibat dengan bisnis haram suaminya. 

"Istrinya hanya menjual kue. Gak tau dia kalau suaminya jual sabu,’’ katanya.  

Dari hasil interogasi petugas. Sabu didapatkan dari seseorang yang sudah dikantongi identitasnya. Biasanya, pelaku memesan sabu via telepon. Kemudian barang haram pesanan pelaku diantarkan. 

‘’Sabunya dipesan lewat telepon. Kita sudah telusuri dari mana dia dapat dan akan kita tindaklanjuti,’’ ungkapnya. 

Sabu yang dipesan pelaku seharga Rp40 juta. Sistemnya, pelaku terlebih dahulu memberikan uang panjar (DP) sekitar Rp 15 juta. Sisa pembayaran akan dibayarkan belakangan. "Dia ini baru DP Rp 15 juta. kalau harga sabunya itu Rp 40 juta,’’ katanya. 

Oleh pelaku, sabu dipecah menjadi puluhan poket. 1 poket ada yang dijual seharga Rp 100 ribu dan Rp 200 ribu. "Istilahnya itu diecer sama dia. Mulai Rp 100 ribu dia jual,’’ bebernya. 

Pelaku kini harus mem-pertanggung-jawabkan perbuatannya. Dengan perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 114, pasal 112 dan pasal 127 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (red*)
×
Berita Terbaru Update