Keajaiban Elektabilitas H. Arifin dan Kecermatan Sikap Politik DPP Partai Demokrat dalam Pilkada Bima 2020

Muslihun Yakub
Staf DPD RI

H. Arifin sudah lebih dulu mengantongi angka survei 9% dalam pilkada Kabupaten Bima 2020 sebelum turun sosialisasi dan penggalangan. Mudah disimpulkan bahwa hasil survei 9% yang menunjukan elektabilitas H. Arifin pada awal Juli 2020 adalah gambaran aktual sentimen positif persepsi publik dari hasil kerja media sosial FB, group WA, media oneline, pada sosok H. Arifin sebagai calon Bupati Bima. 

Meraih elektabilitas survei 9% sebelum turun lapangan adalah refleksi kerja jaringan dan kemampuan tim work menerjemahkan realitas lapangan dan ketepatan memilih isu pada wilayah sasaran. Harus pula diakui bahwa peran teknologi mengakses informasi memudahkan melakukan evaluasi, penetrasi, maupun pemetaan untuk memahami kondisi objektif yang terjadi di wilayah publik. 

Dalam situasi di mana manusia sudah menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dengan teknologi, maka saat itu juga disebut kemenangan ilmu pengetahuan. Proses politik yang diisi dengan ilmu pengetahuan membuat segala yang berbeda indah dari sisi etika, membuat indah yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan yang sulit menjadi mudah.

Hasil survei awal Juli menunjukan elektabilitas H. Arifin diangka 9% tentu mengejutkan jajaran elit DPP Partai Demokrat. H. Arifin mengapresiasi hasil survei awal tersebut dengan langsung bergerak turun ke lapangan sekaligus bermakna uji publik pada seorang figur. Dalam 11 hari, H. Arifin telah melakukan dialog dengan warga di 12 Kecamatan dan 36 Desa. Sebuah mobilitas politik yang sangat bagus. Fakta lapangan juga menunjukan figuritas H. Arifin simetris dengan massifnya sambutan publik dari Kecamatan ke Kecamatan, dari Desa Ke Desa. Sekali lagi H. Arifin baru bergerak 11 hari.

Gambaran situasi sebagaimana yang saya uraikan di atas adalah jawaban aktual kecermatan sikap politik elit DPP Partai Demokrat mengusung H. Arifin. Bukan hanya cermat, tapi juga cerdas di mana elit politik DPP Demokrat secara langsung menggandeng kekuatan H. Arifin yang dianggap menguasai lapangan Pilkada Kabupaten Bima. Hal itu dimaksudkan guna memastikan skenario DPP Partai Demokrat seirama dengan skenario tim H. Arifin agar kelak melahirkan keputusan yang tepat dan memenangkan ide-ide bersama maupun strategi bersama.

H. Arifin harus membidik akar-akar persoalan daerah seperti kemiskinan, pengangguran, ketidaktersediaan lapangan kerja, minimnya infrastruktur pembangunan. Maka isu besar yang digulirkan H. Arifin yang hendak membenahi tata kelola sektor pemerintahan menjadi sangat relevan untuk mengurai satu persatu persoalan pembangunan yang menjadi nestapa publik selama ini. Wallahu'alam Bissawab*).

Post a Comment

Previous Post Next Post