Header Ads

Tak Terima Isterinya Dibilang Terpapar Covid19, Seorang Suami Protes ke PKM Bolo

Suasana di kantor PKM Bolo, Senin lagi (29/6)

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Tidak terima isterinya Ny. FZ (40 tahun)  dianggap positif Corona oleh oknum saat dirinya membawa sang isteri yang hendak melahirkan di PKM Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, PRM (inisial, red) suami dari FZ warga Desa Bontokape Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Senin (29/6) merasa kesal dengan tudingan tersebut.

Untuk mengklarifikasi persoalan itu, Senin pagi (29/6) ia mendatangi PKM Bolo. Harapannya agar petugas yang ada di Puskesmas Bolo kedepan dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan sedini mungkin kepada warga masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

"Ini tujuannya agar hal seperti ini tidak terulang lagi kepada warga masyarakat  yang lain. Sebelum hasil swab keluar saya tidak terima kalau isteri saya dikatakan pasien  Covid19," kesalnya.

Sebelumnya, Jumat malam isterinya dibawa ke Puskesmas Bolo karena hendak  melahirkan anaknya yang ketiga. Saat itu, kata dia, isterinya benar benar membutuhkan  pertolongan yang cepat. Sedangkan di satu sisi ada oknum yang merasa khawatir untuk mendekati pasien yang membutuhkan persalinan itu.

Lantaran merasa tidak diperhatikan maksimal. Akhirnya Sabtu  malam isterinya dirujuk ke RSUD Bima untuk mendapatkan perawatan yang prima jelang persalinannya. Namun sayangnya lagi, saat di RSUD Bima petugas pun tidak berani mendekati isterinya lantaran ada informasi isterinya terpapar covid19.

Lagi-lagi karena tidak ada penanganan serius, istrinya pun melahirkan tanpa ditemani oleh petugas medis. Tali pusat bayinyapun dipotong oleh salah satu petugas yang  diminta bantuan olehnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil konfirmasi wartawan via ponsel dengan Kasubag TU PKM Bolo, Muhammadia, S Kep, menegaskan bahwa pihaknya sudah melayani secara maksimal terhadap  pasien dengan memberikan rujukan ke RSUD Bima. Diakuinya bahwa hasil rapid tes terhadap pasien menunjukkan reaktif.

"Namun pasien yang reaktif belum tentu Covid19, jadi tidak ada Petugas Puskesmas Bolo  yang menyatakan bahwa  pasien Ny. FZ itu positif Covid19, sebab kami tetap mamatuhi protokol Kesehatan yang dikeluarkan Menteri dan atasan kami dalam penanganan Covid19," tegasnya.

Terkait dengan aksi protes tadi pagi di PKM Bolo, pihaknya mengaku persoalan itu sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor Bolo atas dugaan tindakan penyerangan Petugas yang  berkerja melayani pasien. (GA. 006*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.