-->

Notification

×

Iklan

Proyek SPAM Senilai Rp350 Juta Tak Hasilkan Air, Pemuda dan Petani Puncak Jatiwangi Datangi Kelurahan

Thursday, June 11, 2020 | Thursday, June 11, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-06-18T01:37:43Z
Bak penampungan air yang dibangun dari proyek SPAM tahun 2019


Kota Bima, Garda Asakota.-

Puluhan Pemuda dan Petani Tegalan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima Rabu kemarin (10/6) mendatangi kantor Lurah setempat untuk meminta kejelasan  terkait dengan realisasi proyek SPAM tahun 2019 lalu yang hingga memasuki pertengahan tahun 2020 ini, belum juga dialiri air sebagaimana sasaran akhir proyek.

Padahal ekspektasi warga masyarakat, khususnya yang mendiami kawasan puncak Jatiwangi begitu luar biasa terhadap adanya proyek SPAM tersebut. Tetapi sayangnya, proyek yang menelan biaya sekitar Rp350 juta tersebut hanya harapan saja.


Saat mendatangi kantor Kelurahan, Kelompok Pemuda yang tergabung dalam FKPJ Jatiwangi melalui perwakilannya, Faturahman, S.Km, yang saat itu diterima langsung oleh Lurah Jatiwangi, Jumardin, S. Sos, menyampaikan beberapa tuntutan terhadap pelaksana proyek. Salah satunya  memberikan tenggang waktu hingga 16 Juni 2020 mendatang, agar proyek SPAM sudah dialiri air ke setiap lahan petani.

Kemudian, kata dia, bila hingga masa itu permintaan petani tidak juga terpenuhi oleh pihak pelaksana  maka anggaran proyek SPAM harus ganti rugi. Tuntutan lainnya elemen pemuda meminta perombakan seluruh personal pelaksana dan meminta ketegasan Lurah selaku otiritas wilayah kelurahan untuk selalu mengawasi dan memonitoring setiap proyek dan program pembangunan yang masuk ke kelurahan Jatiwang.

"Tetapi untuk menjamin agar komitmen yang di buat antara warga masyarakat petani dengan pihak pelaksana proyek SPAM agar tuntutan tersebut di penuhi maka pada kesempatan tersebut di sepakati untuk membuat sebuah surat pernyataaan," tegas Pemuda yang akrab disapa Man ini.

Sementara itu salah seorang pelaksana proyek SPAM, Suharno Anwar, pada kesempatan tersebut berjanji akan berusaha secepatnya menghadirkan mesin penunjang tambahan supaya mesin bor air dapat segera difungsikan sebagaimana mestinya.

Kepada wartawan, pihaknya mengaku sudah bekerja sesuai juklas juknis terhadap pekerjaan tersebut. Bahkan dari pemeriksaan pihak PPK telah mengakui hasil pekerjaan mereka. "Hanya saja sekarang ini kendalanya ada pada mesin karena onderdil mesin submersible itu sangat sulit kita dapat di kota besar kita pesan surabaya, Mataram, Bali bahkan Makassar tidak ditemukan karet sil dalam pompa tersebut," ungkapnya.

Berbagai cara dilakukan pihaknya karena adanya komitmen bagaimana air itu bisa naik ke puncak dan mengaliri seluruh areal pertanian warga. "Ya solusinya kita pesan lagi pompa baru, dan Alhamdulillah barangnya sudah kita pesan. Tinggal menunggu kedatangan baru kita operasikan," pungkasnya singkat. (GA. 003*)
×
Berita Terbaru Update