Header Ads

Pemkab Bima Siapkan Dana Rp2 Milyar untuk Perbaikan Jalan Langgudu Selatan

Kadis PUPR, Ir. H. Nggempo, MT


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Senin kemarin (29/6) sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam gerakan Aliansi Rakyat Langgudu Selatan mendatangi Kantor Pemkab Bima. Salah satu tuntutan mereka adalah meminta perbaikan jalan lintas Langgudu yang sudah lama rusak.

Dalam aksinya massa juga membawa poster dengan berbagai tulisan dan tuntutan. Serta  mengibarkan bendera merah putih . “Kami mau Bupati Bima, secepatnya melakukan perbaikan jalan yang ada di wilayah Langgudu Selatan,” uujar Korlap Aksi, Rifkan.

Massa aksi ini adalah gabungan dari empat desa di Lamggudu wilayah Selatan. Bahkan kepala desa juga ikut bersama warga mendatangi kantor Pemkab Bima.

Menjawab aspirasi yang disuarakan elemen pergerakan dari Langgudu ini, Kadis PUPR Kabupaten Bima, Ir. H. Nggempo, MT, melalui Kabid Bina Marga, Arif Junaidi, ST, menegaskan bahwa pada prinsipnya Pemkab Bima dibawah Kepemimpinan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) tidak menutup mata terhadap upaya perbaikan infrastruktur jalan di Langgudu bagian Selatan.

"In Syaa Allah Pemkab Bima tidak menutup mata, setiap tahun tetap kita atensi. Hanya saja kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," ungkap Arif kepada Garda Asakota, Selasa (30/6).

Arif mengaku, menyikapi tuntutan massa aksi Kadis PUPR sudah melakukan konsultasi dan komunikasi dengan Ketua Tim TAPD Pemkab Bima, Drs. HM Taufik HAK (Sekda, red). Hasilnya, dalam APBD Perubahan 2020 nantinya akan dianggarkan dana sebesar Rp2 Milyar untuk perbaikan infrastruktur jalan di Langgudu Selatan.

"Jadi, dalam konsultasi itu disepakati pemerintah akan siapkan anggaran Rp2 Milyar melalui APBD Perubahan nantinya. Meski belum maksimal, yang terpenting anggaran ini digunakan agar akses jalannya tidak terputus dulu," imbuhnya.

Ia menambahkan akses jalan Langgudu Selatan khususnya Karampi-Pusu dengan panjang sekitar 30 Km, mulai dibuka sejak tahun 2016 silam oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri. Salah satu tujuannya adalah untuk membuka keterisolasian wilayah.

 "Aksesnya memang dibuka sejak tahun 2016 silam, sampai ke Sido wilayah Utara dan ke Pusu bagian Selatan ke Pusu. Yang tanjakan kita ratakan, kemudian tahun berikutnya kita buatkan jembatan. Jadi tiap tahun tetap kita atensi, hanya saja kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Secara bertahaplah," pungkasnya singkat. (GA. 212*)


Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.